Puasa Ramadan 2020

Tips untuk Wanita Hamil dan Menyusui agar Dapat Menjalankan Puasa Ramadan dengan Lancar

Wanita hamil atau menyusui yang menjalankan ibadah puasa, dianjurkan berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum berpuasa.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Puasa 

TRIBUNWOW.COM - Wanita hamil atau menyusui yang menjalankan ibadah puasa, dianjurkan berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum berpuasa.

Banyak umat Islam yang beropini agar wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak perlu melakukan ibadah puasa.

Dilansir hamad.qa, rabu (8/4/2020), wanita yang sedang dalam masa kehamilan dan menyusui dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk meyakinkan bahwa ibadah puasa yang dijalani tidak akan mempengaruhi perkembangan janinnya.

10 Tips agar Bisa Berhemat saat Ramadan, Fokuslah Ibadah dan Keluarkan Uang untuk Amal

Saat berpuasa, wanita yang sedang hamil diharuskan meluangkan waktu untuk beristirahat di siang hari saat berpuasa.

Mereka juga diminta untuk selalu menjaga asupan nutrisi dan kalori yang tepat saat berbuka puasa pada sore hari.

Mereka juga dianjurkan untuk meminum hingga 3 liter air sehari diantara waktu berbuka dan sahur.

Wanita yang hamil juga diimbau untuk menghindari makanan yang mengandung kadar gula tinggi yang biasanya dikonsumsi saat berbuka.

Secara medis, wanita yang sedang hamil dan memiliki riwayat penyakit diabetes, darah tinggi dan anemia tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Indonesia Khas dengan Kolak, Ini 5 Sajian Minuman untuk Berbuka Puasa dari Berbagai Negara

Bila menjalankan ibadah puasa, wanita yang sedang mengandung tersebut harus segera menemui dokter apabila ada gejala-gejala sebagai berikut.

  • Tidak terasa adanya pergerakan dari janin, seperti perubahan posisi atau tendangan seperti pada umumnya.
  • Terasa kontraksi pada kandungan dan nyeri
  • Merasa pusing, lemah, pingsan, atau lelah meskipun sudah beristirahat.

Tips Jalani Puasa Ramadan untuk Ibu Hamil, Waspada saat Alami Gejala Ini

Sementara itu, bagi wanita yang sedang menyusui, tidak dianjurkan menjalani puasa.

Berpuasa dapat menyebabkan pening dan dehidrasi yang dapat berdampak pada produksi ASI.

Sehingga. untuk menjaga agar produksi air susu tetap lancar, seorang ibu harus menjaga kondisi kesehatan mental dan fisiknya.

Meskipun bila dibarengi asupan gizi yang baik, berpuasa tidak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

Namun bila seorang ibu khawatir bayinya tidak mendapatkan susu secara optimal, terutama saat bayi terus menerus menangis, frekuensi buang air berkurang, atau menderita penurunan berat badan, ibu yang menyusui tersebut harus segera berhenti berpuasa dan berkonsultasi kepada dokter. (TribunWow.com)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved