Virus Corona

Cairan Disinfektan Tak Boleh Disemprotkan ke Tubuh dan Membahayakan, Ini Penjelasannya

Banyak yang salah kaprah soal penggunaan cairan disinfektan. Bahkan cairan tersebut biasa disemprot ke seluruh tubuh untuk mematikan virus.

KOMPAS.COM/DOK POLRESTA BANYUMAS
Petugas menyemprot disinfektan kepada tamu hajatan warga di Purwokerto, Jawa Tengah, disemprot disinfektan, Minggu (22/3/2020). Banyak yang salah kaprah soal penggunaan cairan disinfektan. Bahkan cairan tersebut biasa disemprot ke seluruh tubuh untuk mematikan virus. 

TRIBUNWOW.COM - Banyak yang salah kaprah soal penggunaan cairan disinfektan.

Bahkan cairan tersebut biasa disemprot ke seluruh tubuh untuk mematikan virus.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa cairan disinfektan tidak boleh disemprotkan ke tubuh manusia.

Menurut Wiku, ada cara lain yang dapat dilakukan jika ingin melakukan sterilisasi diri setelah beraktivitas di luar, tanpa harus menyemprotkan disinfektan ke tubuh.

Tanya soal Virus Corona, Salam Pembuka dari Hotman Paris untuk Dokter Paru: Halo Dewi yang Cantik

"Metode pencegahan tersebut dapat diganti dengan selalu mencuci tangan, hindari menyentuh area wajah dan langsung segera mandi ketika sampai di rumah," kata Wiku dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Setelah itu, baju yang digunakan saat keluar rumah bisa dicuci dengan sabun dan disetrika sambil disemprotkan cairan disinfektan hipokrolit.

Wiku mengatakan, cairan disinfektan tidak boleh digunakan pada tubuh manusia.

Sebab, cairan tersebut bisa membahayakan kulit, mulut dan mata.

"Penggunaan dengan UV light dalam konsentrasi yang berlebihan mempunyai potensi jangka panjang menimbulkan kanker kulit," tutur dia.

Selain itu, kata Wiku, cairan disinfektan kurang efektif melindungi manusia dari Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved