Breaking News:

Virus Corona

Di Italia Muncul Penjarahan di Tengah Lockdown, Pelaku: Kami Tak Punya Uang untuk Bayar, Butuh Makan

Lockdown di Italia membuat sebagian warga kehilangan mata pencaharian sehingga tidak memiliki cukup uang untuk makan.

Editor: Lailatun Niqmah
AFP/Miguel Medina
Situasi Italia yang lengang setelah pandemi Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Lockdown di Italia membuat sebagian warga kehilangan mata pencaharian sehingga tidak memiliki cukup uang untuk makan.

Imbasnya, muncul penjarahan di supermarket-supermarket.

Atas laporan yang terjadi di Sisilia, Italia itu, para polisi dengan tongkat dan senjata api kini mulai bergerak memberikan perlindungan.

Menteri Keuangan Jerman Thomas Schaefer Bunuh Diri karena Stres Pikirkan Dampak Ekonomi Virus Corona

Diketahui, virus dengan nama Covid-19 ini telah lebih dari 10.000 orang di Italia, sepertiga dari total korban meninggal di seluruh dunia.

Dilansir AFP Minggu (29/3/2020), wabah Virus Corona adalah kondisi darurat yang dihadapi Italia sejak Perang Dunia II silam.

Secara perlahan, lockdown yang sudah berlangsung selama tiga pekan itu sudah menggerus ekonomi terbesar ketiga di Uni Eropa tersebut.

Rasa putus asa itu dilaporkan mulai dirasakan oleh penduduk di Region Sisilia, salah satu daerah berkembang di Negeri "Pizza".

Berdasarkan pemberitaan harian La Repubblica, sekelompok orang memasuki supermarket di Palermo dan pergi tanpa membayar.

"Kami tidak punya uang untuk membayar. Kami butuh makan." Begitulah teriakan salah seorang dari kelompok tersebut kepada petugas kasir.

Ajak Para Pimpinan Daerah Isolasi Wilayah, Wali Kota Tegal Dedy Yon: Sebelum Menyesal, Terlambat

Di kota lain di Sisilia, Corriere della Sera memberitakan pemilik toko kecil ditekan oleh penduduk sekitar untuk memberi makanan.

Corriere menulis bahwa "bom waktu" tengah berdetak di region berpopulasi lima juta, dan mencatat 57 korban tewas karena Covid-19.

Kekhawatiran disuarakan oleh Giuseppe Provenzano, menteri yang mengurus daerah selatan Italia, kepada harian La Repubblica.

"Saya takut kekhawatiran yang diutarakan masyarakat, kesehatan, pemasukan, hingga masa depan, bakal berubah menjadi kemarahan jika krisis ini terus berlanju," terangnya.

Jurnalis AFP yang berada di lokasi mengabarkan, empat polisi berpakaian lengkap berjaga di depan salah satu supermarket di Palermo.

Mereka berjaga dalam diam di tengah hari hujan, dengan tangan berada di belakang, serta wajah mereka yang tertutup topeng hijau.

Istilah Lockdown di Kota Tegal Diganti Jadi Isolasi Wilayah, Dedy Yon: Atas Arahan Provinsi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
LockdownItaliaVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved