Virus Corona
Menko Polhukam Mahfud MD Berikan Gambaran Karantina Wilayah, Harus dari Usulan Gugus Tugas Provinsi
Menko Polhukam, Mahfud MD memberikan gambaran mengenai karantina wilayah untuk pencegah penyebaran Virus Corona. Disebut masih dalam perancangan.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Simak videonya:
Anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Haris Azhar menyoroti kebijakan pemerintah soal penanganan Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Haris Azhar menilai kebijakan pemerintah terlalu lamban, bahkan dikatakannya kalah cepat dengan Virus Corona.
Dalam tayangan Youtube Talk Show tvOne, Jumat (27/3/2020), Haris Azhar mengatakan pemerintah seharusnya bisa bergerak cepat dalam mengambil suatu kebijakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
Dirinya bahkan meminta negara bisa belajar dari Virus Corona yang mampu menyebar dengan cepat.

• Striker Persib Bandung Wander Luiz Mengaku Positif Virus Corona, Beri Pesan kepada Bobotoh
"Virus ini lebih cepat dibandingkan dengan kebijakan publik negara," ujar Haris Azhar.
"Negara harus belajar dari Virus Corona, bagaimana mereka cepat menyebar," imbuhnya.
"Negara hari ini berlomba dengan virus, bisa nggak negara juga bekerja cepat seperti virus," tatangnya.
Menurutnya, yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan hanya sekadar pemerintah datang, melainkan juga dituntut untuk lebih cepat.
Dengan begitu, pencegahan-pencegahan Virus Corona bisa teratasi dengan cepat.
"Lebih cepat kalau perlu, sebelum virus datang, negara sudah harus datang," kata Haris Azhar.
"Jadi bukan negara harus hadir, tetapi negara harus lebih cepat dari virus."
Haris Azhar kemudian menyinggung soal ketersediaan peralatan medis yang sangat terbatas termasuk juga standar keamananya.
Bahkan dampaknya sudah ada beberapa tenaga medis meninggal dunia akibat menangani kasus Covid-19.
Padahal peralatan medis menajadi hal yang penting dan mendasar sebelum berperang menangani pasien positif Covid-19.
• Pasien Virus Corona di Jakarta Terus Membeludak, Ada 274 Pasien Isolasi di RS Darurat Covid-19
Tidak hanya itu, dengan jumlah tenaga medis juga terbatas.
Sedangkan di sisi lain, jumlah pasien positif Virus Corona terus mengalami lonjakan, sehingga mengakibatkan penanganan menjadi kurang maksimal.