Breaking News:

Virus Corona

Ditanya Lockdown karena Virus Corona, Faisal Basri Mengeluh: Data Indonesia Susahnya Minta Ampun

Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan bahwa dirinya setuju pada wacana lockdown terbatas terkait mewabahnya Virus Corona.

YouTube KompasTV
Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan bahwa dirinya setuju lockdown terbatas di acara Satu Meja The Forum 

Bahkan, Faisal  menilai Menkes Terawan Agus Putranto sendiri masih bermasalah.

 Italia Miliki Angka Kematian Tertinggi karena Corona, 475 Orang Meninggal dalam Waktu 24 Jam

 Anang Hermansyah Ungkap Harapan pada Pemerintah soal Virus Corona, Ashanty Contohkan Warga Cianjur

 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada saluran YouTube kompastv, Senin (2/3/2020).
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada saluran YouTube kompastv, Senin (2/3/2020). (youtube kompastv)

Mulanya, Faisal Basri membayangkan banyak pemimpin yang bisa menenangkan warga karena kepanikan yang melanda.

Lalu ia membandingkan dengan Menteri Kesehatan Terawan yang dianggap tak bisa memimpin penanganan Virus Corona.

"Bagaimana mungkin Menteri Kesehatan bisa memimpin ini atau menjadi bagian dari solusi karena dia bagian dari masalah," ungkap Faisal.

Faisal Basri menilai Menkes Terawan masih bermasalah karena kaitannya dengan Dokter berpangkat Letnan Jenderal TNI itu dipecat oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) .

Sebagaimana diketahui, Terawan dipecat oleh IDI pada 2018.

Sehingga, akan aneh jika nanti Terawan mengepalai orang-orang yang pernah memecat menteri 55 tahun tersebut.

"Dia pernah dinonaktifkan oleh IDI karena prakteknya melanggar kode etik."

"Jadi bagaimana dia mengomadani anak buahnya yang pernah menghukum dia. Jadi harus cair ini," ungkap Faisal Basri.

Terkait wacana lockdown, Faisal menilai Indonesia siap melakukannya.

Namun yang dimaksud bukan penutupan secara total.

 Kekhawatiran Driver Ojol jika Indonesia Terapkan Lockdown, saat Ini Omset Sudah Turun 40 Persen

"Sangat siap saya rasa untuk saya setuju dengan Mas Imam, terbatas."

"Kan ini bukan larangan jadi misalnya kalau dia mau melintas dari Depok ke Jakarta misalnya itu diperiksa suhunya, kita tidak bisa memeriksa lockdown dalam artian itu."

"Kemudian mau melewati satu daerah ada kebutuhan keperluannya, gitu, gitu enggak larangan total," jelasnya.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved