Breaking News:

Virus Corona

Kondisi Perekonomian Indonesia Menurun Imbas Pandemi Virus Corona, Jokowi: Saya Minta BI Fokus

Pandemi Virus Corona yang makin merebak berdampak buruk pada kondisi perekonomian di Indonesia, namun pemerintah terus mengupayakan berbagai cara.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube KompasTV
Jokowi Instruksikan Bank Indonesia agar Fokus Menyetabilkan Kondisi Perekonomian Indonesia 

TRIBUNWOW.COM - Pandemi Virus Corona yang makin merebak berdampak buruk pada kondisi perekonomian di Indonesia, namun pemerintah terus mengupayakan berbagai cara sehingga tingkat perekonomian mulai membaik.

Dalam beberapa minggu terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah, begitupun dengan bursa saham yang terus berada di garis merah.

Diketahui nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat menyentuh level Rp 16.273 per Dollar Amerika Serikat, Jumat (20/3/2020) pukul 17.00 WIB.

Antisipasi Dampak Ekonomi Corona, Gubernur Khofifah Cabut Dana Kunker demi Bantu Warga Jatim

Namun sedikit harapan tumbuh di bursa saham, pada Sabtu (21/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah berada di garis hijau, dengan peningkatan sejumlah 2,18 persen.

Diharapkan keadaan ini akan terus membaik sehingga bisa menyetabilkan kondisi keuangan Indonesia.

Dilansir KompasTV  Sabtu (21/3/2020), dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sedang menurun, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pada Bank Indonesia (BI) untuk mengupayakan langkah penanggulangan.

"Saya minta BI fokus terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi agar terkendali, dan mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah di dalam negeri," tegas Jokowi.

Mematuhi instruksi presiden, Bank Indonesia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan, salah satunya dengan memberlakukan ketentuan penggunaan rupiah bagi para investor asing.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiya menyatakan ketentuan tersebut mengalami perubahan dari yang semula akan diberlakukan pada Rabu (1/4/2020), menjadi berlaku pada Senin (23/3/2020).

Diharapkan dengan kebijakan yang telah ditetapkan tersebut, akan meningkatkan kepemilikan rupiah sehingga stabilitas ekonomi dapat terus terjaga.

Kasus Virus Corona Terus Bertambah, Anies Baswedan Tegaskan Seluruh Kegiatan Perkantoran Dihentikan

Sementara itu, untuk menarik minat investor, pemerintah diimbau agar sigap dan cekatan penangani penyebaran wabah Virus Corona.

Dengan langkah pemerintah yang cepat, para investor akan merasa aman untuk menginvestasikan kepemilikannya sehingga menambah stimulus ekonomi di Indonesia.

Kepala Ekonom Bank Permata Joshua Pardede, menyatakan tindakan yang cepat dan koordinasi yang baik akan mendapat respon positif dari pelaku usaha dan investor.

"Respons dari pemerintah harus cepat, dan koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah pun juga mustinya lebih sinkron, sehingga tidak terjadi penambahan yang lebih signifikan lagi," ujar Joshua.

Pemerintah akan terus mengusahakan dan memberikan stimulus agar perekonomian Indonesia tidak terganggu dan terus berjalan dengan stabil.

Halaman
1234
Tags:
Virus CoronaCoronaCovid-19JokowiBank Indonesia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved