Virus Corona
Ahli Imbau Masyarakat Tak Buat Hand Sanitizer Sendiri, Ini Alasannya
Ahli tidak menganjurkan pembuatan hand sanitizer secara mandiri dengan berbagai pertimbangan. Satu di antaranya adalah ada standardnya.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Hand sanitizer dinilai lebih praktis untuk membersihkan tangan dari kontaminasi kuman, bakteri, serta sebagai antisipasi dari Virus Corona.
Namun, ahli tidak menganjurkan pembuatan secara mandiri.
Sejak wabah Virus Corona meluas dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan sebagai pandemi, kelangkaan alat medis dan kesehatan lainnya menjadi fenomena yang mengkhawatirkan.
• Bertaruh Nyawa, Tenaga Medis Virus Corona akan Terima Asurasi dari Menkeu Sri Mulyani Total 6,1 T
Tidak hanya masker, tetapi juga hand sanitizer yang dimanfaatkan sebagai pencegahan terhadap penularan Virus Corona, SARS-CoV-2 yang tengah mewabah saat ini.
Langka dan mahalnya hand sanitaizer, membuat masyarakat berinisiatif untuk membuatnya sendiri.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengimbau agar masyarakat tidak membuat sendiri hand sanitizer.
"Ada standarnya dalam membuat hand sanitizer. Kepada masyarakat kalau tidak memiliki pengetahuan tentang pembuatan hand sanitizer, jangan membuat sendiri," ujar Profesor Ari, dalam konferensi pers daring #FKUIPeduliCOVID19, Jumat (20/3/2020).
Sebab, kata Prof Ari, dalam membuat hand sanitizer terdapat takaran dan komposisi yang tepat, karena produk ini mengandung bahan-bahan kimia.
• Dikritik soal Pengadaan Alat Pendeteksi Corona, Dany Amrul Ichdan: Enggak Sesimpel Test Pack
Di antaranya alkohol 95 persen, gliserol, H2O2 dan beberapa zat kimia lainnya.
"Sekali lagi, kami tidak menganjurkan kepada masyarakat untuk membuatnya sendiri," tegas Prof Ari.
Dalam pembuatan hand sanitizer, alkohol yang digunakan memiliki standarisasi kadar 95 persen.
Beberapa penelitian menyebutkan, kata Prof Ari, alkohol 95 persen mampu membunuh virus dalam waktu satu menit.
"Oleh karena itu, kalau kita menggunakan hand sanitizer, didiamkan dulu satu menit," imbuh Prof Ari.
• Warga di Cianjur Berburu Chloroquin ke Apotek seusai Baca Jurnal Virus Corona, Stok Habis
Imbauan produksi hand sanitizer untuk institusi
Saat ini, kata Prof Ari, sejumlah dokter dan perawat mulai mengeluhkan kekurangan stok hand sanitizer.