Breaking News:

Kalimantan Timur Ibu Kota Baru

Said Didu Sebut Alasan Jokowi Ingin Libatkan Ahok di Ibu Kota Baru: Saling Memegang 'Kunci'

Ahok belakangan ini menjadi pembicaraan setelah namanya disebut Jokowi dalam calon-calon pengisi jabatan Kepala Badan Otorita ibu kota baru

kolase (Youtube MSD dan Twitter.com/basuki_btp)
Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), Said Didu (tengah), dan Presiden RI Joko Widodo (kanan) 

TRIBUNWOW.COM - Sosok Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok kini menjadi pusat perhatian publik setelah namanya disebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam calon pengisi jabatan Kepala Badan Otorita ibu kota negara.

Ahok menjadi sorotan lantaran rekam jejaknya sebagai Gubernur DKI Jakarta di masa lalu, dan saat ini masih menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan ada sejumlah alasan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memilih Ahok yang menurutnya sarat kontroversi.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, YouTube MSD, Rabu (11/3/2020)
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, YouTube MSD, Rabu (11/3/2020) (Youtube MSD)

Sidak Rumah Rocky Gerung, Said Didu Tak Temukan Komik Shinchan dan Doraemon, Sindir Siapa?

Dikutip dari YouTube MSD, Rabu (11/3/2020), Said Didu mengakui ia tidak tahu seberapa dekat hubungan antara Ahok dengan Jokowi, namun ia menduga apabila keduanya memang dekat, maka ada rahasia yang dimiliki oleh Ahok dan Jokowi.

Rahasia atau kunci tersebut membuat Jokowi dan Ahok harus selalu bekerja sama dan membantu satu sama lain.

"Saya tidak tahu hubungan dekatnya Ahok dengan Jokowi ini seperti apa," kata Said Didu.

"Siapa tahu sudah saling memegang 'kunci', sehingga harus saling berpegangan tangan untuk menghadapi apapun, karena sudah saling tahu."

Said Didu tidak melihat prestasi Ahok sebagai perhitungan Jokowi memilih mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Sebenarnya tidak ada sejarah Ahok sama sekali sukses melakukan pembangunan, bahkan Jakarta yang sudah jadi pun saat dibangun tidak sesukses yang dibayangkan," paparnya.

Alasan selanjutnya, Said Didu melihat Jokowi ingin sosok pejabat yang berani menerobos aturan, dan hukum yang ada.

"Atau memang presiden butuh penerobos-penerobos yang bisa melawan aturan, kita tahu kasus Ahok selama beberapa tahun memegang Jakarta, itu terobosannya yang melanggar hukum masih banyak yang menggantung sekarang," ujar Said Didu.

Said Didu lanjut memberikan contoh dari menerobos aturan yang ia maksud.

"Sumber Waras, kemudian Trans Jakarta yang mangkrak, itu masih banyak, tapi masih tertutupi sekarang," tambahnya.

Tetapi Said Didu masih belum bisa memberikan kepastian apakah Ahok memang diperlukan atau tidak.

"Apakah memang, pembangunan ibu kota baru butuh orang seperti Ahok, untuk menerobos hukum, itu kita tidak tahu," pungkasnya.

Rocky Gerung Diskusi Kejatuhan Rezim Jokowi, Hersubeno Arief: Ini Bukan Gerakan Mendorong Makar

Sandiaga Uno: Tugas Pak Ahok Harus Dicek Dulu

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga mengomentari soal nama Ahok yang disebut sebagai calon Kepala Badan Otorita ibu kota baru.

Sandiaga Uno bingung karena Ahok belum lama menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina.

Sandiaga Uno di The Maj, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3/2020).
Sandiaga Uno di The Maj, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). (Kompas.com/Tsarina Maharani)

 Jeritan Warga Adat Dayak Paser Tolak Jokowi Pindahkan Ibu Kota: Kami Hanya Hidup dari Hutan

Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (7/3/2020), kemudian belum lama menjabat sebagai Komut, ia sudah dicanangkan untuk menjabat posisi lain.

Mantan Calon Wakil Presiden itu juga menginginkan agar rekam jejak Ahok selama di Pertamina menjadi bahan pertimbangan.

"Pak Ahok bukannya baru jadi Komut (Komisaris Utama) Pertamina. Tugas berat Pak Ahok harus dicek dulu, hasil rekam jejak dia berbulan-bulan ini di Pertamina seperti apa," kata Sandiaga Uno di ‎kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Sandiaga Uno mengakui tidak ingin mencampuri pemilihan Kepala Badan Otorita ibu kota baru yang merupakan wewenang penuh Jokowi.

Namun ia menegaskan agar Jokowi memeriksa detail pencapaian Ahok selama menjabat di Pertamina.

"Kepala Badan Otoritas itu prerogatif presiden dan saya kira, saya tidak komentar. Tadinya saya mau komentari setelah 100 hari jadi Komut. Apa capain-capaiannya, apakah produksi Pertamina naik dan bagaimana harga miyak dan gas bumi di pelosok," kata Sandiaga Uno.

Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke - 2.50:

(TribunWow.com/Anung)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved