Virus Corona
Tim Riset Virus Corona Prof Nidom Sebut Herbal Bisa Tangkal Covid-19, Begini Penjelasannya
Tim Riset Uji Coba Infeksi Virus Corona, Professor Chaerul Anwar Nidom mengklaim herbal bisa menangkal Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Lalu, Nidom mengungkap dua kemungkinan mengaapa di Indonesia belum ditemukan kasus positif Corona.
Pertama, hal itu dipengaruhi dengan adanya makanan sehari-hari yang dikosumsi orang Indonesia hingga mempengaruhi daya tahan tubuh.
• Soal Corona, Pengamat Politik Ini Kecewa dengan Jokowi yang Sebut Indonesia Aman, Singgung Menkes
"Bahwa ada 2 kemungkinan yang merupakan hipotesis saya satu masalah neutreogenomik yaitu masalah konsumsi sehari-hari yang dikonsumsi masyarakat itu yang berpengaruh terhadap ketahanan seseorang terhadap suatu penyakit," kata Nidom.
Kedua, kemungkinan faktor DNA orang Indonesia hingga tidak mudah terjangkit Virus Corona.
"Yang kedua dari faktor genetik. Bisa juga bahwa faktor genetik berpengaruh pada kepekaan seseorang akan infeksi ini," lanjutnya
Lantas, Nidom mencontohkan beberapa wabah lain yang menjangkit banyak negara namun tak ditemukan di Indonesia
"Jadi banyak sekali wabah-wabah yang terjadi di dunia yang merespons di Indonesia bisa tidak sesuai dengan negara-negara lain."
"Contohnya Mers, Zika, dan sebagainya, itu bahkan di Indonesia dan kita tidak masalah memang tidak masalah," ungkap Nidom.
• Belum Ada Virus Corona di Indonesia, Ahli Kesehatan Hermawan Saputra: Jangan sampai seperti Korsel
Lalu, ia juga mengungkit soal kasus H1N1 yang juga sempat mengguncang Indonesia.
Meski tidak banyak memakan korban, namun semuanya tidak bisa ditolong hingga meregang nyawa.
Sehingga, ia mengatakan bahwa setiap kasus penyakit memiliki perbedaan.
"Tapi endemik H1N1 yang terinfeksi di Indonesia lebih rendah daripada yang lain."
"Tapi flu burung tingkat kematiannya 100 persen, jadi ada perbedaan-perbedaan," ujar dia.
Sehingga, ia meminta agar semua pihak berdiskusi bersama-sama atas kekhawatiran WHO.
"Jadi jika Indonesia dikhawatirakan WHO ya mari kita duduk bersama di mana kekhawatirannya," pungkasnya. (TribunWow.com/Mariah Gipty)