Virus Corona
Tim Riset Virus Corona Prof Nidom Sebut Herbal Bisa Tangkal Covid-19, Begini Penjelasannya
Tim Riset Uji Coba Infeksi Virus Corona, Professor Chaerul Anwar Nidom mengklaim herbal bisa menangkal Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Nidom menjelaskan, Curcumin itu ada di dalam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak dan lain-lain.
• Istana Jawab Curiga Dunia Internasional soal Virus Corona di Indonesia, Istana: Tanggapi Positif
"Curcumin itu ada di saya sebut empon-empon, kalau bahasa kami empon-empon itu terdiri dari jahe, kemudian temulawak, kunyit, dan sebagainya," lanjutnya.
Lalu, ia memamerkan serbuk herbal yang masih akan ditelitinya.
Meski demikian, orang sudah bisa menangkal Virus Corona dengan tanaman-tanaman herbal.
"Nah ini yang bentuk sudah di ini akan kami lakukan penelitian, ini bentuk serbuknya."
"Tapi masyarakat sudah tahu bahwa itu jahe bagaiamna, ini bagaimana, nah itulah yang bisa menangkal corona tersebut," jelas dia.
Lihat videonya mulai menit ke-8:15:
Pada kesempatan yang sama, Nidom angkat suara soal beberapa Media Internasional yang memberitakan mengapa Indonesia justru belum melaporkan satu pun kasus positif covid-19.
Mulanya, presenter bertanya mengapa Indonesia hanya meneliti 136 spesimen.
• Ditanya Mengapa Indonesia Masih Santai Hadapi Corona, Ali Ngabalin Ungkap RI Negara Tropis
Berbeda dengan negara tetangga yang telah meneliti hingga ribuan spesimen.
"Prof ada kekhawatiran juga dan ini juga dibahas oleh media asing soal penyebaran Virus Corona ini Indonesia, kita meneliti 136 spesimen sementara Singapura meneliti 1.200 dan Malaysia 1.000."
"Kekhawatiran itu kemudian muncul dan menjadi bahasan di media internasional, bagaimana menjawab ini? " tanya presenter.
Ditanya demikian, Nidom justru bertanya mengapa Indonesia harus diyakini bahwa sebenarnya ada kasus Virus Corona.
"Jadi kekhawatiran itu berasal dari di Indonesia tidak muncul sample yang positif kan itu problem-nya."
"Pertanyaannya kenapa betul-betul mengharapkan di Indonesia harus muncul?" tanya Nidom.