Terkini Nasional

Bandingkan Soeharto dan Jokowi, Jusuf Kalla: Negara Demokrasi Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang

Di acara Indonesia Lawyers Club, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membandingkan era pemerintahan Soeharto dengan Jokowi

Bandingkan Soeharto dan Jokowi, Jusuf Kalla: Negara Demokrasi Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang
Kolase (Kementerian Sekretariat Negara RI) dan (YouTube Indonesia Lawyers Club)
Presiden ke-2 Indonesia Soeharto (kiri), Mantan Wapres Jusuf Kalla (tengah), dan Presiden RI Joko Widodo (kanan) 

"Artinya kita harus menyadari juga, semua orang harus ikat pinggang dan mengutamakan bagaimana mencapai kemajuan itu dari sisi mana pun," terangnya.

JK mengingatkan tidak mungkin suatu negara mampu mencapai kemajuan sedangkan di sisi lain memiliki gaya hidup boros.

"Kita tidak mungkin mencapai dua, kita boros, kemudian ingin maju, ndak ada negara seperti itu," katanya.

Ia mencontohkan bagaimana Korea yang kini sudah termasuk negara maju namun tetap memiliki gaya hidup hemat demi menunjang perekonomian dalam negeri.

"Korea sekarang juga boleh rakyatnya sudah maju, tapi kalau ke luar negeri dibatasi," jelas JK.

"Masih berhemat, masih memajukan industri walau pun sudah maju."

Mantan pendamping Presiden SBY itu menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat di Korea berbanding terbalik dengan Indonesia.

"Kita kadang-kadang tanpa batas," ujarnya.

Di ILC, Anies Baswedan Ungkap Kunci Majunya Indonesia: Disebut Bung Erick, AA Gym Menggarisbawahi

Jaman Soekarno Bersatu Tapi Tidak Maju

Kemudian JK menyampaikan pesannya agar Indonesia dapat menjadi negara yang maju.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved