Virus Corona
Peneliti Harvard Peringati Indonesia soal Tak Terdeksinya Virus Corona, Kemenkes: Harusnya Bersyukur
Kemenkes dr Siswanto angkat bicara soal peneliti Universitas Harvard yang menyebut adanya kemungkinan tak terdeteksinya Virus Corona di Indonesia.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Tiap box masker dihargai sebesar HK 80 dollar atau setara dengan Rp 136 ribu.
Jerry mengatkan pihaknya menjual masker dengan harga yang sangat rendah.
Ia menegaskan tidak akan mengambil keuntungan dari penjualan masker tersebut.
"Kita tidak akan mengambil keuntungan dari masker-masker tersebut," kata Jerry.
Meskipun masker tersebut tetap akan dibeli dengan harga mahal, Jerry enggan memanfaatkan kondisi panik untuk meraup keuntungan.
Eric Ng, seorang pembeli masker mengatakan dirinya tidak yakin masker yang ia beli dapat melindunginya dari Virus Corona.
"Tidak tertulis di bungkusnya (material anti bakteri)," kata Eric.
Ia mengatakan meskipun tidak yakin masker tersebut dapat melindunginya, ia akan tetap menggunakannya.
Pihak perusahaan pembuat masker mengakui mereka tidak memiliki sertifikasi formal untuk menentukan apakah produk mereka sesuai dengan standar kesehatan yang ada.
Namun gerombolan orang tetap mengantre demi masker tersebut.
Sharon Kwok yang juga mengantre demi masker, menilai pemerintah Hong Kong tidak mampu menangani wabah Virus Corona dengan baik dan membahayakan kesehatan para warga Hong Kong.
• Dokter yang Pertama Sebarkan Info Virus Corona Meninggal, Sempat Dapat Teguran dari Polisi

Ia menceritakan bagaimana dirinya harus tidur di jalan demi mengantre membeli masker.
"Kita harus tidur di jalan demi membeli masker, dan harganya telah dinaikkan begitu tinggi," katanya.
Berdasarkan pengakuan Sharon, harga satu dus masker di Hong Kong bisa mencapai angka Rp 1,2 juta.
Warga Hong Kong kini semakin kesulitan untuk memperoleh masker karena stoknya yang kian menipis. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Anung Malik)