Breaking News:

Virus Corona

Peneliti Harvard Peringati Indonesia soal Tak Terdeksinya Virus Corona, Kemenkes: Harusnya Bersyukur

Kemenkes dr Siswanto angkat bicara soal peneliti Universitas Harvard yang menyebut adanya kemungkinan tak terdeteksinya Virus Corona di Indonesia.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
AFP/DALE DE LA REY
Orang-orang yang memakai masker wajah menyeberang jalan di Hong Kong pada 9 Februari 2020, sebagai langkah pencegahan setelah wabah koronavirus yang dimulai di kota Wuhan di Cina. Virus yang sebelumnya tidak dikenal telah menyebabkan alarm karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan ratusan di seluruh daratan Cina dan Hong Kong pada 2002-2003. 

Demikian pula Thailand yang hanya melaporkan 25 kasus.

"Indonesia telah melaporkan nol kasus, dan Anda akan mengira sudah melihat beberapa kasus," ujar Marc Lipsitch di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

"Thailand telah melaporkan 25 kasus, tetapi Anda akan mengira akan lebih banyak," tambahnya.

Pihak Keluarga WNI Positif Virus Corona Belum Diberitahu, Mengapa? Ini Kata Dubes RI di Singapura

Marc memprediksi bahwa alat pendeteksi Virus Corona di Indonesia dan Thailand tidak bekerja dengan baik.

Menurutnya, hal itu nantinya bisa membahayakan negara-negara lain di perbatasan.

"Kasus-kasus yang tidak terdeteksi di negara mana pun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara itu," ujar Marc memperingati.

Katakutan Hongkong soal Virus Corona

Warga Hong Kong kini tengah dilanda ketakutan dan kepanikan atas penyebaran wabah Virus Corona.

Virus yang bermula di Wuhan tersebut saat ini telah menimbulkan satu korban jiwa di Hong Kong dan 25 orang positif terjangkit Virus Corona.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube South China Morning Post, Rabu (5/2/2020), demi melindungi diri mereka dari wabah Virus Corona.

Tangkapan layar kanal youtube South China Morning Post, Rabu (5/2/2020)
Tangkapan layar kanal youtube South China Morning Post, Rabu (5/2/2020) (YouTube South China Morning Post)

Ribuan warga Hong Kong rela antre berjam-jam demi membeli masker.

Pada video tersebut nampak seseorang mendirikan tenda dan tidur karena lamanya antrean pembelian masker.

Lalu nampak seorang wanita membawa peralatan masak portable di tengah antrian masker yang begitu panjang dan lama.

Potret antrian masker di Kowloon Bay, Hong Kong, Rabu (5/2/2020)
Potret antrian masker di Kowloon Bay, Hong Kong, Rabu (5/2/2020) (YouTube South China Morning Post)

 

 1.000 Pasien Corona di Wuhan Harus Berbagi Satu Toilet Saja, Lihat Potretnya

Orang pertama dalam antrean tersebut telah menanti selama lebih dari 18 jam demi membeli sebuah masker.

Manajer toko, Jerry Law mengatakan tiap orang hanya diperbolehkan untuk membeli dua box masker.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaHarvardKemenkesWuhanChina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved