Komisioner KPU Terjaring OTT KPK
Donal Fariz Tergelitik dengan Pertanyaan Karni Ilyas soal Peralatan Canggih KPK: Fokus Buka-bukaan
Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengaku tergelitik dengan pertanyaan pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Lantas, Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa kasus serupa sebenarnya sudah sering terjadi.
• KPK Periksa Ketua KPU Arief Budiman, Tanya Apakah Ikut Terima Suap dari Harun Masiku
"Gini Bang Karni, ini pengalaman KPK yang sudah sering kami alami sering ya orang-orang yang belum sempat tertangkap KPK akhirnya akan tertangkap," kata Ali Fikri.
Biasanya, tertangkapnya orang-orang yang menjadi target diketahui melalui teknologi informasi.
Namun, dalam kasus Harun Masiku, Ali menyebut pihaknya tidak menemukan jejak digital politisi PDIP tersebut.
"Tertangkapnya karena bantuan teknologi itu betul ketika si tersangka menggunakan teknologi itu, itu bisa kemudian gampang terdeteksinya, atau kemudian dia menggunakan teknologi misalnya komunikasi dengan sosial media tentu kami mengarah ke sana," jelas Ali Fikri.
"Tetapi sampai hari ini kita memang tidak mendapatkan itu," imbuhnya.
Namun, Karni Ilyas kemudian menyinggung Politisi Demokrat, Muhammad Nazarudin yang dengan mudah ditangkap oleh KPK pada beberapa tahun lalu.
Meski Nazaruddin kabur hingga ke Negara Kolombia yang sangat jauh dari Indonesia.
Yang lebih mengagumkan bahwa KPK bisa menangkap Nazarudin di mana Indonesia tidak memiliki kerja sama dengan Kolombia soal perjanjian ekstradisi.

• Buron Harun Masiku Tak Kunjung Tertangkap, Ketua KPK Firli Bahuri: Seperti Cari Jarum dalam Sekam
"Ada prestasi KPK yang mencengangkan waktu itu bisa menangkap tersangka yang lari ke Kolombia, itu jauh sekali loh."
"Pertama bukan yuridiksi kita, kedua kita enggak punya perjanjian ekstradisi tapi KPK luar biasa bisa bawa itu Nazarudin, kok sekarang ada negeri kita kita enggak bisa," tanya Karni Ilyas kemudian.
Lalu, Ali Fikri menjawab bahwa tertangkapnya seorang DPO itu hanya soal waktu.
"Terima kasih Bang Karni, bagi kami semuanya hanya waktu, ketika kami menangkap Pak Nazarudin di Kolombia segala macam itu juga butuh waktu Bang Karni," jawab Ali Fikri.
"Butuh, tapi itu jauh sekali (Kolombia)," sahut Karni Ilyas.
Sekali lagi, Ali Fikri menegaskan bahwa hanya soal waktu untuk menemukan Harun Masiku.