Komisioner KPU Terjaring OTT KPK
Donal Fariz Tergelitik dengan Pertanyaan Karni Ilyas soal Peralatan Canggih KPK: Fokus Buka-bukaan
Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengaku tergelitik dengan pertanyaan pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
"Kasusnya tidak rumit sesungguhnya, tapi kasusnya dibuat rumit ini bedanya. Kasusnya tidar rumit tapi dibuat rumit karena ada aktor di situ, ada drama, dan ada cerita yang muncul dalam perjalanan kasus ini," ungkapnya.
Rumitnya kasus Harun Masiku disebut tidak lepas dari masalah Revisi Undang-undang KPK.
"Bang Karni saya sesungguhnya dalam menyoroti KPK sekarang ini tentu tidak bisa dilepaskan dari polemik di ujung tahun."
"Ada dua peristiwa besar tidak kenapa KPK dalam kondisi sekarang ini, satu yang harus dan tidak boleh kita lupakan adalah Revisi Undang-Undang KPK," ungkap Donal.
Selain itu, rumitnya kasus Harun Masiku juga dianggap tidak lepas dari polemik seleksi Pimpinan KPK.
• Karni Ilyas Heran Harun Masiku Belum Tertangkap, Pertanyakan Alat KPK yang Lebih Canggih dari Densus
"Dan sebelum Revisi Undang-Undang KPK itu dilakukan ada pula polemik di penghujung tahun yang besar adalah seleksi Pimpinan KPK yang baru."
"Ini dua proses yang penuh dengan kontroversi yang dampaknya mulai kita lihat dalam kasus Masiku," ucapnya.
Lihat videonya sejak menit awal:
Karni Ilyas Singgung Peralatan Canggih KPK
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Live Streaming tv One pada Selasa (28/1/2020), Karni Ilyas menyinggung soal peralatan canggih yang dimiliki KPK.
• Ada Dugaan Kesengajaan dalam Delay Rekaman CCTV Harun Masiku, Jubir KPK Ali Fikri Beri Bantahan
Ia heran, dengan peralatan yang canggih mengapa tak kunjung menemukan Harun Masiku.
"Bahkan dibanding Densus pun Anda punya peralatan lebih hebat, bahwa sampai hari ini lokasi di Masiku belum diketahui hingga dijadikan DPO itu agak mengherankan saya," tanya Karni Ilyas.
Padahal selama ini, KPK dikenal sangat cepat dan mudah menemukan orang-orang yang terlibat kasus korupsi.
"Karena selama ini orang yang berdosa di Indonesia ngeri sekali dengan KPK, karena dia berbisik pun KPK tahu, dia ngobrol di sana, KPK di sini duduk bisa tangkap pembicaraan itu."
"Kok tiba-tiba sekarang ini enggak tahu sama sekali gitu loh," tanya Karni Ilyas lagi.