Breaking News:

Konflik RI dan China di Natuna

Sempat Tegang dengan China, Moeldoko Sebut Indonesia Siap Buka Kerja Sama di Natuna: Dengan Siapapun

Moeldoko menjelaskan Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan kerja sama dengan China di ZEE Perairan Natuna

Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2019). Terbaru, Moeldoko menjelaskan Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan kerja sama dengan China di ZEE Perairan Natuna, Jumat (10/1/2020). 

Ia berpendapat masalah di perairan Natuna saat ini dapat selesai dengan komunikasi yang baik.

"Kami bisa menyelesaikan masalah ini. Kami memiliki komunikasi yang baik dan saya pikir masalah kami akan terselesaikan dengan baik," lanjutnya.

Xiao menegaskan permasalahan di Natuna tidak akan memengaruhi hubungan kedua negara, termasuk investasi dari China ke Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hal serupa.

Ia meyakini tidak akan ada pengaruh terhadap kesepakatan investasi di antara kedua belah pihak.

"Enggak ada. Kayak kakak beradik kan suka juga gesekan," kata Luhut.

 Reaksi Prabowo Subianto saat Pernyataannya soal Natuna Banyak Tuai Kritikan

Indonesia Jaga Hubungan dengan China

Menurut pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menilai wajar apabila Indonesia berusaha menjaga hubungan baik dengan China.

Dikutip dari Tribunnews.com, selama ini Indonesia memang berusaha menjaga komunikasi dengan China, terutama dengan para investor.

"Indonesia memang punya kepentingan untuk menjaga hubungan baik dengan negeri tirai bambu," kata Bhima Yudhistira.

Ia menjelaskan posisi Tiongkok sangat penting bagi pertumbuhan investasi di Indonesia.

Diketahui, jumlah investasi yang diberikan China saat ini berada di posisi dua terbesar menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Ini bisa dimaklumi, sebab berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), China adalah negara dengan investasi terbesar kedua di Indonesia," kata Bhima.

Menurut Bhima, investasi yang dikucurkan China mencapai nilai USD 3,3 miliar dalam periode Januari sampai September 2019.

(TribunWow.com/Anung Malik/Brigitta Winasis)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik RI dan China di NatunaNatunaMoeldokoZona Ekonomi Ekslusif (ZEE)Staf Kepresidenan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved