Konflik RI dan China di Natuna
Sempat Tegang dengan China, Moeldoko Sebut Indonesia Siap Buka Kerja Sama di Natuna: Dengan Siapapun
Moeldoko menjelaskan Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan kerja sama dengan China di ZEE Perairan Natuna
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Ia berpendapat masalah di perairan Natuna saat ini dapat selesai dengan komunikasi yang baik.
"Kami bisa menyelesaikan masalah ini. Kami memiliki komunikasi yang baik dan saya pikir masalah kami akan terselesaikan dengan baik," lanjutnya.
Xiao menegaskan permasalahan di Natuna tidak akan memengaruhi hubungan kedua negara, termasuk investasi dari China ke Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hal serupa.
Ia meyakini tidak akan ada pengaruh terhadap kesepakatan investasi di antara kedua belah pihak.
"Enggak ada. Kayak kakak beradik kan suka juga gesekan," kata Luhut.
• Reaksi Prabowo Subianto saat Pernyataannya soal Natuna Banyak Tuai Kritikan
Indonesia Jaga Hubungan dengan China
Menurut pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menilai wajar apabila Indonesia berusaha menjaga hubungan baik dengan China.
Dikutip dari Tribunnews.com, selama ini Indonesia memang berusaha menjaga komunikasi dengan China, terutama dengan para investor.
"Indonesia memang punya kepentingan untuk menjaga hubungan baik dengan negeri tirai bambu," kata Bhima Yudhistira.
Ia menjelaskan posisi Tiongkok sangat penting bagi pertumbuhan investasi di Indonesia.
Diketahui, jumlah investasi yang diberikan China saat ini berada di posisi dua terbesar menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Ini bisa dimaklumi, sebab berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), China adalah negara dengan investasi terbesar kedua di Indonesia," kata Bhima.
Menurut Bhima, investasi yang dikucurkan China mencapai nilai USD 3,3 miliar dalam periode Januari sampai September 2019.
(TribunWow.com/Anung Malik/Brigitta Winasis)