Konflik RI dan China di Natuna
Sempat Tegang dengan China, Moeldoko Sebut Indonesia Siap Buka Kerja Sama di Natuna: Dengan Siapapun
Moeldoko menjelaskan Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan kerja sama dengan China di ZEE Perairan Natuna
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Kunjungan ini merupakan yang pertama dalam masa jabatan Motegi Toshimitsu sejak dilantik pada 11 September 2019.
Dalam pertemuan itu, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Setelah mengunjungi Istana Merdeka, Menlu Jepang melanjutkan agendanya ke Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Menlu Indonesia Retno Marsudi mengatakan salah satu topik pembahasan adalah investasi di pulau-pulau terluar.
Salah satu target investasi pengembangan adalah wilayah yang baru-baru ini menjadi konflik, yakni Kepulauan Natuna.
Sejauh ini, Jepang dan Indonesia sudah melakukan kerja sama pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), peningkatan kapasitas nelayan, dan pengembangan wisata.
"Selain investasi di kepulauan-kepulauan terluar, investasi di bidang infrastruktur juga akan diteruskan," kata Retno, Jumat (10/1/2020).
• Soroti Sikap Prabowo saat Tanggapi Konflik Natuna, Najwa Shihab: Saat Debat Capres Kok Berapi-api?
Dubes China Sebut Investasi Tak Akan Terpengaruh
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, mengatakan permasalahan Natuna tidak akan memengaruhi investasi China ke Indonesia.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Xiao yakin tidak akan ada dampak ekonomi dari persoalan di Natuna.
"Saya tidak berpikir (akan berdampak pada investasi) seperti itu, enggak," kata Xiao Qiao dalam acara China Business Forum-Enchancing The Power of Indonesia Capital Market, Rabu (8/1/2020).
• Prabowo Tak Khawatir Penangkapan Kapal Asing Hambat Investasi dan Hubungan Bilateral: Kita Cool Saja
Dikutip dari Kompas.com, Xiao menyatakan konflik yang terjadi saat ini hanyalah perbedaan perspektif.
Menurutnya selama ini Indonesia dan China punya hubungan yang baik sehingga tidak akan memengaruhi urusan bisnis kedua negara.
"Kami punya hubungan yang sangat baik di banyak area, tapi teman baik kadang punya perspektif yang berbeda," kata Xiao.