Breaking News:

Kabinet Jokowi

Prabowo Tak Khawatir Penangkapan Kapal Asing Hambat Investasi dan Hubungan Bilateral: Kita Cool Saja

Prabowo tidak khawatir penangkapan kapal ikan asing akan menghambat investasi dengan China.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ditemui seusai rapat kordinasi di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kapal ikan asing asal Vietnam ditangkap saat kedapatan mencuri ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak khawatir penangkapan tersebut akan menghambat investasi dengan China.

"Kita cool saja, kita santai," kata Prabowo di Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jumat (3/1/2020).

4 Sikap Tegas Pemerintah Indonesia atas Kapal-kapal China di Perairan Natuna

Direktur CMSH Ungkap Faktor Kapal Asing Leluasa Masuk Indonesia, Bandingkan Anggaran 2018 dan 2019

Meskipun demikian, Prabowo mengatakan telah berkoordinasi dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas solusi permasalahan tersebut.

Prabowo berharap permasalahan itu dapat diselesaikan dengan baik karena tidak ingin mengganggu hubungan bilateral dengan China.

"Ya, saya rasa harus kita selesaikan dengan baik. Bagaimana pun China adalah negara sahabat," lanjut Prabowo.

Susi Pudjiastuti: Tenggelamkan Kapal yang Melanggar Batas

Sementara itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti turut mengomentari pencurian ikan oleh kapal asing tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti, Susi mendorong agar pemerintah berani menenggelamkan kapal yang melanggar batas wilayah kedaulatan negara.

Menurutnya, wilayah ZEE sudah diakui UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) sehingga KKP dapat menindak tegas pelanggaran terhadap ZEE.

"Tangkap dan tenggelamkan kapal yang melakukan IUUF. Tidak ada cara lain. Wilayah EEZ kita diakui UNCLOS. Bila dari tahun 2015 sampai dengan pertengahan 2019 bisa membuat mereka tidak berani masuk ke wilayah ZEE kita. Kenapa hal yang sama tidak bisa kita lakukan sekarang," cuit Susi, Jumat (3/1/2020).

Cuitan Susi Pudjiastuti soal pelanggaran batas wilayah laut di Natuna, Jumat (3/1/2020).
Cuitan Susi Pudjiastuti soal pelanggaran batas wilayah laut di Natuna, Jumat (3/1/2020). (Capture Twitter @susipudjiastuti)

Curi Ikan di Perairan Natuna, 3 Kapal Ikan Asing Asal Vietnam Ditangkap

Bupati Natuna Ungkap Para Nelayan Terintimidasi Masuknya Kapal Asing: Ukurannya Jauh Lebih Besar

Dalam cuitan lain, Susi menyebutkan KKP dapat melakukan tindakan tegas seperti penenggelaman sesuai yang telah diatur dalam Undang-Undang Perikanan Nomor 45 tahun 2009.

"KKP bisa minta dan perintahkan untuk tangkap dan tenggelamkan dengan UU Perikanan no 45 tahun 2009... jangan beri opsi lain. Laut Natuna Diklaim China, TNI Tingkatkan Kesiagaan," tulis Susi.

Susi juga beberapa kali me-retweet laman berita yang memuat langkah pemerintah dalam menghadapi kejadian ini untuk menunjukkan perhatiannya mengenai kasus pencurian ikan.

Nota Protes

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Prabowo SubiantoKapal AsingMenteri Pertahanan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved