Konflik RI dan China di Natuna
Kapal China Enggan Tinggalkan Natuna, Salim Said Singgung Tindakan Tegas: Senjata yang akan Bicara
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia, Salim Said angkat bicara soal konflik yang terjadi di perairan Natuna.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia, Salim Said angkat bicara soal konflik yang terjadi di perairan Natuna.
Dilansir TribunWow.com, Salim Said menyatakan ada sejumlah tindakan yang mungkin dilakukan pemerintah Indonesia jika kapal China benar-benar tak mau meninggalkan wilayah Natuna.
Diketahui, beberapa waktu terakhir China mengklaim kepemilikan perairan Natuna.
Hal itulah yang kemudian memancing pemberitaan soal kemungkinan terjadinya perang di antara dua negara ini.
• Masalah Natuna juga sempat Memanas di Tahun 2016, Jokowi Langsung Datang dan Rapat di Kapal Perang
• Soal Pengerahan Nelayan Pantura ke Natuna, Ketua Himpunan Nelayan Sindir Menteri KKP Sebelumnya
Melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Selasa (7/1/2020), Salim Said menyebut kapal China harus segera diusir dari perairan Natuna.
"Ya kalau dia melanggar wilayah kita ya harus diusir dong," ujar Salim Said.
Bahkan, jika kapal China enggan mundur, Salim Said menyebut pemerintah Indonesia dapat menggunakan alat utama sistem pertahanan (alutsista).
"Kalau dia melawan ya itu kita terpaksa menggunakan alutsista itu," ucap Salim Said.
"Kan sederhana sekali itu persoalannya."
Lantas, Salim Said menyinggung soal kemungkinan adanya unsur politis dalam konflik ini.
"Lah iya politis dong, kalau melibatkan negara lain itu kan jelas unsur politik," kata dia.
"Jangan lupa kalau terlibat di situ alutsista senjata, dia lupa bahwa penggunaan senjata itu adalah kelanjutan dari penggunaan politik."
"Tidak ada negara berkonflik tanpa bermula dengan konflik politik."
Namun, menurut Salim Said, ada cara beradab yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan konflik Natuna ini.
"Kalau cara beradab ya cara politik, apa itu?," kata Salim Said.