Breaking News:

Dewan Pengawas KPK

Bahas Pemberantasan Korupsi, Dewas KPK Artidjo Alkostar: Tidak Bisa Hanya dengan Kritikan

Artidjo Alkostar menyampaikan pesan dan harapannya terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, ia secara khusus menyindir pihak yang kerap mengkritik

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
youtube OPSI METRO TV
Artidjo Alkostar menyampaikan pesan dan harapannya terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, ia secara khusus menyindir pihak yang kerap mengkritik 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Artidjo Alkostar menyampaikan pesannya terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, Artidjo mengawali pesannya dengan sindiran terhadap para pihak yang selalu mengkritik langkah pemerintah.

Artidjo mengatakan untuk meningkatkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, tidak bisa hanya dilakukan dengan mengkritisi kebijakan.

Artidjo Alkostar Jawab Keraguan Publik soal Dewas KPK Jadi Alat Jokowi, Ungkit Perkara Soeharto

"Kita bangun, membangun negara ini tidak bisa hanya dengan kritikan," ujar Artidjo dalam acara OPSI METRO TV, Senin (23/12/2019).

Ia kemudian menyindir pihak-pihak yang kerap mengkritik pemerintah tak akan bisa memberikan bantuan dalam membangun Indonesia.

Artidjo menyayangkan banyak masyarakat yang pesimis terhadap terbentuknya Dewas KPK, yang dirancang untuk mengawasi kinerja KPK agar tetap pada jalur yang semestinya.

"Membangun negara ini, tidak bisa dibangun dengan menjadi pengkritik yang kronis," terang Artidjo.

Mantan Hakim Mahkamah Agung tersebut ingin semua pihak memiliki optimisme mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi.

"Kita harus membangun negeri ini berdasarkan optimisme, optimisme bersama tentu. Penegak hukum, masyarakat, tentu itu harus bersama-sama," kata Artidjo.

"Masyarakat itu kan tergantung perguruan tinggi, media, pendidikan, dan masyarkat-masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik 5 Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) pada Jumat (20/12/2019),

Dikutip dari tayangan langsung kanal Youtube Kompastv, Jumat (20/12/2019), berikut adalah 5 nama Dewas KPK pilihan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi):

Tumpak Hatarongan Panggabean ditunjuk sebagai Ketua Dewas KPK merangkap Anggota Dewas KPK.

1. Artidjo Alkostar - Mantan Hakim Mahkamah Agung (Anggota Dewas KPK)

2. Albertina Ho - Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang (Anggota Dewas KPK)

3. Syamsuddin Haris - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Anggota Dewas KPK)

4. Harjono- Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (Anggota Dewas KPK)

5. Tumpak Hatarongan Panggabean - Mantan Wakil Ketua KPK (2003-2007) (Ketua merangkap Anggota Dewas KPK)

 Bahas Dewas KPK, Artidjo Alkostar Singgung Orang Jadi Tersangka Korupsi sampai Meninggal Dunia

Lihat videonya di bawah ini mulai menit 15.50:

Aktivis Antikorupsi Nilai Dewas akan Perlambat Kinerja KPK

Sebelumnya, aktivis Anti-korupsi Haris Azhar buka suara soal Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir TribunWow.com, Haris Azhar menilai kehadiran Dewas justru akan semakin memperumit kerja KPK.

Melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019), mulanya Haris Azhar menyinggung soal keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk lima orang sebagai Dewas KPK.

"Jadi saya tidak dapat poinnya, nah ketika masuk ke soal dewan pengawas ditunjuk oleh presiden dalam pengalaman republik ini sejauh yang saya bisa ingat," kata Haris Azhar.

"Saya juga bukan orang yang hidup sepanjang republik ini, apointee by president, penunjukan presiden itu hanya untuk kasus tertentu dan untuk kurun waktu tertentu." 

Haris Azhar dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019).
Haris Azhar dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019). (Tangkap Layar Youtube/Talk Show tvOne)

 Pidato Perpisahan, Agus Rahardjo Sampaikan Pesan untuk Tjahjo Kumolo: Saya Titip KPK

 Sabagai Organ Baru, Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Minta Doa Restu

Menurut Haris Azhar, Dewas KPK seharusnya diuji terlebih dahulu sebelum sah dilantik oleh presiden.

Namun, diketahui Dewas KPK telah resmi dilantik pada Jumat (20/12/2019) ini.

"Kalau dia bersifat institusional, maka dalam konteks demokrasi dia harus diuji," kata Haris Azhar.

"Seperti pemilihan pimpinan KPK, komisi-komisi negara yang lain."

Menurutnya, Dewas KPK yang dipilih Jokowi itu tak melalui serangkaian tes yang selayaknya dilakukan.

"Nah, datang ke presiden memang hanya dicek akhir dan distempel dengan Keppres (Keputusan Presiden) keluar, disumpah dan lain-lain," ujar Haris Azhar.

"Tapi kalau dewan pengawas yang kita lihat di undang-undang revisi ini dia institusional."

  Anggota Dewas KPK Harjono, Mantan Hakim MK yang Dikenal sebagai Pelaku Perubahan UUD 1945

Lantas, Haris Azhar menyebut Dewas KPK sebagai jamur.

"Jadi ini ada bangunan KPK masuk nih barang baru, tapi saya mau menggambarkannya sebagai jamur yang akarnya mencengkram gedung KPK, tapi payung jamurnya sampai istana," kata dia.

"Lehernya panjang sampai istana, itu gambaran imajinasi saya soal dewan pengawas."

Haris Azhar bahkan menyampaikan sindiran menohok terhadap Dewas KPK yang telah resmi dilantik itu.

"Mencengkram gedung KPK tapi kuping jamur itu ada sampai ke istana," sindirnya.

"Ini political apointee."

Terkait lima orang Dewas KPK, Haris Azhar tak memungkiri kelimanya adalah orang yang baik.

Namun, menurutnya orang yang baik jika dimasukkan dalam sistem yang tak baik juga akan menjadi buruk.

"Begini, insyaAllah banyak orang baik, ini soal sistem, kita ini lagi bicara sistem"

Ia pun menyinggung nama Menko Polhukam Mahfud MD.

"Orang baik masuk sistem bisa rusak juga tuh kayak gambar meme Pak Mahfud yang bilang orang baik masuk sistem jadi rusak," kata dia.

"Saya enggak bilang ini sistemnya rusak, atau bakal rusak atau orang-orangnya rusak. Tapi kita bukan bicara orang baik, kita ngomong sistem, sistem ini tidak kompatibel dengan penegakan hukum."

Simak video berikut ini mulai menit awal:

(TribunWow.com/Anung Malik/Jayanti Tri Utami)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Artidjo AlkostarDewan Pengawas KPKKorupsi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved