Pilkada Serentak 2020
Menimbang Peluang Gibran di Pilkada 2020, Rico Marbun: Dipilih karena Faktor Emosi
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun buka suara soal pencalonan putra pertama Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka pada Pilkada 2020.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Sebagian orang memilih Gibran ini bukan karena faktor rasional, tapi karena faktor emosi," kata Rico Marbun.
"Misalnya alasan nomor satu orang pilih Gibran itu karena dia muda, yang kedua adalah karena anaknya Pak Jokowi," sambung dia.
Lantas, dari segi kompetensi, Gibran disebutnya masih dikenal sebagai seorang pengusaha.
"Sementara masalah kompetensi itu masih nomor tiga, dianggap dia pengusaha," kata dia.

• Kecewa Gibran Maju, Pengamat Politik Ungkit Janji Kampanye Jokowi: Generasi Keempat Politik Dinasti
Ia pun membandingkan dengan pamor Wakil Wali Kota Solo yang juga mencalonkan diri di Pilkada 2020, Achmad Purnomo.
Disebutnya, Achmad Purnomo memiliki kompetensi yang jauh lebih baik dibandingkan Gibran.
"Ini berbeda dengan Achmad Purnomo, kompetensi nomor satu," ujar Rico Marbun.
Hal itu pun sesuai dengan hasil survei Median yang menunjukkan bahwa Achmad Purnomo lebih populer dibandingkan dengan Gibran.
Lantas, Rico Marbun menyinggung permasalahan kedua yang dihadapi Gibran.
Ia pun menyinggung soal isu dinasti politik.
"Yang kedua, masalah yang banyak dibahas banyak orang yaitu masalah dinasti politik," ujar dia.
"Masalah dinasti politik ini memang angkanya jauh lebih besar yang menganggap ini bukan dinasti politik."
Menurut Rico Marbun, lebih banyak pihak yang menganggap pencalonan Gibran ini sebagai suatu dinasti politik.
"55 persen lawan 40 persen, tetapi angka 40 persen ini juga tidak bisa dianggap kecil," kata dia.
Ia menjelaskan, anggapan soal bahaya dinasti politik ini dirasakan oleh masyarakat yang berusia di atas 40 tahun.