Pilkada Serentak 2020
Sebut Pencalonan Gibran sebagai Aji Mumpung, Pengamat Politik Turut Sindir Bobby Nasution
Pengamat Politik Hendri Satrio menyebut pencalonan Gibran Rakabuming Raka merupakan ajang aji mumpung, ia juga mengomentari Bobby Nasution.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Pak SBY ketika itu berpikir presiden itu kan contoh kehidupan berbangsa," kata Jansen.
Jansen menyatakan SBY kala itu enggan membentuk politik dinasti.
" 'Jadi dengan saya tidak memajukan saya saja di Pilkada, di daerah itu kan tumbuh politik dinasti'," ucap Jansen menirukan SBY.
"Apalagi kemudian kalau presiden yang sedang menjabat memajukan anak atau menantunya ke kontestasi Pilkada."
Lantas menurut dia, pencalonan Gibran dan Bobby kali ini berbeda dengan pencalonan putra pertama SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 2017 lalu.
• Gibran dan Bobby Nasution Maju di Pilkada 2020, Jansen Sitindaon: Aparatur Negara Jangan Cari Muka
Diketahui, AHY sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, namun gagal.
Ia juga menyebut pencalonan Gibran dan Bobby ini berbeda dengan pencalonan putra kedua SBY, Eddy Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Seperti diketahui, Ibas kini menduduki kursi DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.
"Berbeda, misalnya di sebuah provinsi gubernur cuma satu, tapi anggota DPR bisa 100 orang, bisa 106 orang," ujar dia.
"Atau misal di tingkat 2, wali kota cuma satu, tapi anggota DPR misalnya seperti di Solo 50 orang itu atau di Medan 50 orang."
Lebih lanjut, Jansen menyinggung ucapan Jokowi pada kampanye Pilpres 2019 lalu.
"Belum lagi kan Pak Jokowi dulu ketika masa kampanye pernah mengatakan, saya catat betul ini 'Anak saya tidak ada satu pun yang suka politik'," ujar Jansen.
"Tiba-tiba hari ini bukan hanya satu tapi dua sekaligus. Anak maju, menantu maju."
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)