Pilkada Serentak 2020
Sebut Pencalonan Gibran sebagai Aji Mumpung, Pengamat Politik Turut Sindir Bobby Nasution
Pengamat Politik Hendri Satrio menyebut pencalonan Gibran Rakabuming Raka merupakan ajang aji mumpung, ia juga mengomentari Bobby Nasution.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Rakyat tidak memilih itu dan sudah terjadi di beberapa daerah."
Terkait hal itu, Hendri tak menampik jika Gibran memang sekedar memanfaatkan momentum politik.
Bahkan, Gibran disebutnya hanya aji mumpung mencalonkan diri di Pilkada 2020.
"Maka kalau hari ini Mas Gibran maju dia memang memanfaatkan momentum politik yang ada di dirinya," kata Hendri.
"Aji mumpung enggak? Iya aji mumpung, tapi salah enggak? Enggak salah."
Lantas, Hendri menyinggung kegagalan putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Diketahui, AHY sempat mencalonkan diri di Pilkada DKI Jakarta, namun gagal.
"Karena memang momentumnya saat ini ada, saya yakin ini Mas Gibran belajar Mas AHY gagal di Jakarta karena momentum SBY sudah lewat," ujar Hendri,
"Di Indonesia semua berpikir this is now Jokowi's era, SBY sudah lewat."
Simak video berikut ini menit 6.00:
Janji Jokowi saat Kampanye
Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon kembali menyinggung ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye di Pilpres 2019.
Dilansir TribunWow.com, Jansen Sitindaon menyoroti pencalonan putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada 2020.
Jansen Sitindaon menyinggung nilai yang dipegang oleh Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia menyebut, saat masih menjabat presiden SBY melarang anggota keluarga untuk menyalonkan diri di Pilkada.