Agenda Presiden
Jokowi Rangkul Ibu-ibu untuk Wujudkan Targetnya yang Baru, Tak Lagi Utamakan Infrastruktur
Presiden RI Joko Widodo mengatakan dirinya akan melibatkan peran kaum ibu untuk mewujudkan target pembangunan pemerintahannya yang baru
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pembangunan infrastruktur kini bukan lagi jadi prioritas utama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Pada pidatonya di pembukaan Kongres XXV Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Jokowi mengatakan fokusnya kini adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dikutip TribunWow.com dari video dan caption unggahan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (3/12/2019), untuk mewujudkan targetnya tersebut, Jokowi mengatakan dirinya sangat membutuhkan peran dari ibu-ibu di Indonesia.
"Bangsa ini masih membutuhkan peran besar kaum ibu untuk mewujudkan sebuah Indonesia maju," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (3/12/2019).
Peran yang diinginkan oleh Jokowi kepada para ibu-ibu adalah membangun kualitas SDM Indonesia melalui mendidik anak-anak mereka.
"Peran dalam menguatkan keluarga, mendidik dan mencerdaskan bangsa, menciptakan generasi yang berkualitas dan berbudi pekerti, menjadikan keberagaman dan toleransi sebagai landasan nilai, serta generasi yang cinta, bangga, dan setia pada tanah airnya," kata Jokowi.
Jokowi kemudian menyampaikan seruan untuk mengajak para ibu-ibu ikut serta dalam pembangunan Indonesia.
"Saya mengajak hadirin para ibu bangsa untuk ikut serta dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul ini," ujar Jokowi.
Ia mengatakan kompetisi global saat ini bertumpu pada SDM masing-masing negara.
Jokowi optimis Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dalam kualitas SDM.
"Kita ingin SDM kita memiliki budi pekerti yang luhur, memiliki keterampilan yang baik, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi karena memang persaingannya ke depan ada di situ," tuturnya.
"Memang hal yang tidak mudah, tapi saya meyakini insyaallah ini bisa kita kejar apabila kita semuanya bekerja keras bersama-sama," tambah Jokowi.
• Jokowi Ungkap Kekhawatiran soal Medsos, Peringatkan Ibu-ibu Kowani saat Kongres XXV
Video dapat dilihat di menit awal
Jokowi Bicara soal Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan soal target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ingin dicapainya.
Jokowi menjelaskan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04 hingga 5,05 persen masih merupakan prediksi, ada kemungkinan untuk lebih dan kurang dari angka tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/12/2019), meskipun angka tersebut masih berupa prediksi, Jokowi mengatakan Indonesia patut bernapas lega, karena mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan negara lain.
• Sebut 4 Kriteria Dewan Pengawas KPK, Jokowi Soroti Rekam Jejak Kandidat: Ini Penting
• Jokowi Ungkap Nadiem Makarim Belum Minta Wakil Menteri: Belum Terpikir ke Situ
Mulanya Jokowi menjelaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia baru bisa dipastikan setelah awal Januari.
"Itu perhitungan mengenai growth (pertumbuhan) , pertumbuhan ekonomi kita itu masih nanti lah setelah awal Januari," ujar Jokowi.
Jokowi kemudian menjelaskan angka tersebut memang masih berupa prediksi yang bisa naik dan turun.
"Tetapi kan kita ini memperkirakan bukan memastikan, akan tumbuh 5,04 - 5,05% kurang lebih, tapi bisa saja nanti di atas itu, bisa di bawah itu," kata Jokowi.
Presiden RI periode kedua tersebut mengatakan Indonesia termasuk beruntung jika dibandingkan negara-negara lain yang pertumbuhan ekonominya tidak sebagus Indonesia.
"Tetapi yang paling penting kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, yang sekarang ini hampir semuanya turun, kita ya patut bersyukur masih diberi angka pertumbuhan ekonomi di atas 5%," ujar Jokowi.
Ia mengakui untuk mencapai angka 5% bukan hal yang mudah dicapai.
"Tapi memang untuk 2020 juga bukan sesuatu yang mudah mempertahankan angka itu, meskipun kita tahu target kita di angka 5,3%," katanya.
Jokowi mengatakan kunci dari pertumbuhan ekonomi Indonesia bertumpu pada sektor investasi.
"Kuncinya itu hanya ada di Investasi, kalau pertumbuhan investasi itu bisa mengalami kenaikan yang drastis," papar Jokowi.
Ekspor menurut Jokowi tidak bisa diandalkan pada sitausi saat ini, karena memang iklim ekonomi global yang sedang tidak mendukung.
Kelesuan pasar global menyebabkan Indonesia tidak bisa mengandalkan sektor ekspor untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Itu baru kita angka 5,3% itu bisa ketemu, karena kalau kita ingin menaikkan ekspor padahal pasaranya, marketnya baru turun itu sangat sulit," kata Jokowi.
Investasi Berpeluang Besar Tingkatkan Ekonomi Indonesia
Beda cerita dengan Investasi, Jokowi mengatakan investasi adalah kesempatan paling besar Indonesia untuk menaikkan pertumbuhan ekonominya.
Investasi di Indonesia sendiri masih terkendala beberapa hal yang menurut Jokowi perlu diselesaikan secara bertahap.
Kendala tersebut di antaranya adalah perijinan dan birokrasi yang rumit.
"Tetapi kalau yang namanya investasi, itu memang peluang besarnya sebetulnya ada tetapi tinggal tergantung bagaimana penanganan di lapangan, yang berkaitan misalnya satu penyelesaian perizinan yang cepat," kata Jokowi.
"Ini sekarang kita list, mana daftar perusahaan yang masih dalam proses perizinan yang terhambat, satu-satu kita selesaikan sekarang, kita memang kerja lebih detail seperti itu."
"Ada masalah yang kedua pembebasan lahan, di mana, diselesaikan, yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah, selesaikan dengan Pemerintah Daerah, berkaitan dengan Kementerian, segera hari itu juga selesaikan," tambahnya.
Jokowi menjelaskan hal tersebut nantinya akan berujung pada penyediaan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
"Banyak hal yang seperti itu yang akan kita selesaikan satu per satu, dalam rangka penciptaan lapangan kerja, cipta lapangan kerja," ujar Jokowi.
Investasi nantinya tidak hanya menguntungkan investor tersebut, Jokowi sudah memiliki rencana untuk mengarahkan para investor agar bekerja sama dengan para pengusaha-pengusaha yang ada di daerah.
"Kemudian mulai kita arahkan investasi ini juga akan bisa mengkait dengan usaha kecil, usaha menengah yang ada di daerah," jelas Jokowi.
"Sudah saya pesankan betul agar mereka menggandeng pengusaha kecil, pengusaha menengah yang ada di sekitar investasi itu," imbuhnya.
• Jokowi Curiga Dirinya Dijebak dengan Wacana Presiden 3 Periode: Ingin Menjerumuskan
Video dapat dilihat di menit 7.52:
(TribunWow.com/Anung Malik)