Breaking News:

Terkini Nasional

Indonesia Krisis Literasi, Ini Kata Mendikbud Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berikan solusi untuk tangani krisis literasi siswa Indonesia.

Dian Erika/KOMPAS.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat bicara soal penghapusan UN 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingatkan semua pihak terkait dengan krisis literasi yang dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini.

"Semua guru-guru, kepala sekolah, bahkan Dirjen saya pun mengingatkan ini masalah literasi sangat penting karena kita sedang mengalami krisis literasi," ujar Nadiem seperti yang dikutip dari Tribunnews, Rabu (4/12/2019).

Ia juga meminta semua pihak untuk dapat membantu menaikan minat baca siswa.

Cerita Nadiem Makarim yang Tak Pernah Diberi Pujian oleh sang Ibunda, Baru Dapat saat Jadi Mendikbud

"Dan juga yang terpenting, terutama untuk literasi adalah orang tua. Apakah ibu-ibu di seluruh Indonesia punya buku-buku di ruang TV-nya. apakah hanya ada TV saja."

"Apakah ada buku-buku di mana anak-anak itu bisa mengambil secara sukarela," ucap Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga mengatakan pihaknya akan melakukan  inovasi dan terobosan yang diperlukan untuk mempercepat proses dan melakukan lompatan di bidang pendidikan.

Suatu hal yang sedang dikaji Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini adalah pembenahan sistem asesmen.

Menurut Nadiem, asesmen perlu dibuat agar fokus pada kompetensi mendasar yang berguna secara luas.

Hasil asesmen juga akan dilaporkan dalam bentuk yang bermanfaat bagi perbaikan praktik pengajaran di kelas maupun perumusan kebijakan pendidikan.

"Kita harus berani berubah dan berbenah. Sesuai dengan arahan Presiden untuk menciptakan SDM unggul, kami akan terus menelaah upaya untuk melakukan terobosan-terobosan," ujar Nadiem di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Alasan Nadiem Makarim Pilih Jadi Mendikbud dan Tinggalkan Gojek, Singgung soal Melayani

Pelibatan Guru dan Orang Tua

Menurut Nadiem, Kemendikbud akan melibatkan guru dan orang tua dalam menciptakan SDM yang berkualitas.

Keduanya memiliki peran yang vital dalam memberikan pembelajaran terhadap anak.

"Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi hal yang utama. Kami akan terus melibatkan guru dan orang tua. Penting bagi pemerintah untuk memberikan ruang bergerak yang cukup untuk pihak-pihak terkait dapat terlibat dan ikut belajar," tutur Nadiem.

Pemaparan hasil PISA

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (4/12/2019) menurut hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2018 dari OECD (the Organisation for Economic Co-operation and Development), Indonesia berada dalam kelompok kurang.

PISA sendiri bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan siswa, terutama dalam tiga bidang, yaitu matematika, sains, dan literasi.

Data ini dipaparkan oleh Head Eraly Childhood and Schools OECD, Yuri Belfali dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Totok Suprayitno.

Totok mengungkapkan, pengukuran PISA ini melibatkan 12.098 siswa dari 399 sekolah di berbagai wilayah Indonesia yang dianggap mewakili.

"Domain yang diukur adalah membaca, selain itu dilakukan juga penilaian matematika, sains, literasi keuangan, kompetensi global," jelas Totok.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved