Terkini Internasional

Kisah Nyata Timothy Week, Ditahan Taliban Selama 3 Tahun namun Tak Pernah Simpan Dendam

Profesor asal Australia bernama Timothy Weeks dibebaskan setelah tiga tahun ditahan oleh Taliban.

via BBC
Timothy Weeks (kiri) dan Kevin King, dua profesor asal Australia dan AS ketika tampil dalam video yang dibuat Taliban pada 2017. Mereka dibebaskan setelah ditawan sejak 2016 sebagai bagian dari pertukaran tawanan. Sebagai gantinya, Taliban mendapatkan tiga komandan senior mereka. 

TRIBUNWOW.COM - Profesor asal Australia bernama Timothy Weeks dibebaskan setelah tiga tahun ditahan oleh Taliban.

Dilansir dari BBC, Weeks mengaku selama tiga tahun disekap, ia tak pernah berhenti berharap.

"Saya tak pernah berhenti berharap... Saya tahu pada akhirnya saya akan keluar," kata Weeks dalam jumpa pers yang di Sydney, Australia, Minggu (1/12/2019).

Weeks, bersama dengan profesor asal Amerika Serikat Kevin King, pertama diculik Taliban pada 2016.

Mereka diculik di dekat kampus American University di Kabul, tempat keduanya mengajar.

Weeks dan King ditahan di beberapa tempat berbeda di Afghanistan dan Pakistan.

Dilema Pemerintah Indonesia Pulangkan Eks ISIS, Pengamat Intel: Indonesia Dapat Ancaman Baru

Tempat mereka ditahan biasanya tak punya jendela Selama tiga tahun jadi tawanan, Weeks mengenang ada beberapa kali upaya untuk membebaskannya.

"Saya percaya, dan saya harap ini benar, bahwa mereka (pasukan khusus AS) datang enam kali untuk menyelamatkan kami, dan beberapa kali mereka kelewatan hanya beberapa jam," kata Weeks.

Pada April lalu, misalnya, ketika penjaga tahanan memberi tahu Weeks dan King bahwa mereka tengah diserang oleh ISIS.

Namun Weeks meyakini sebenarnya itu adalah pasukan Navy SEAL yang ingin menyelamatkan mereka.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved