Ahok Jadi Bos Pertamina
Bahas Ahok di ILC, Karni Ilyas Akui Pernah Jadi Komisaris: Tapi 3 Bulan Kemudian Saya Minta Mundur
Karni Ilyas juga menceritakan pengalaman saat dirinya menduduki jabatan sebagai komisaris di perusahaan kimia terbesar di Indonesia.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Bahwa yang selama ini para direktur-direktur itu hanya hanya yang dipanggil ke Kementerian BUMN."
"Komisaris ini kadang-kadang seperti diabaikan."
"Sayang kita punya komisaris 5 sampai 6 orang per perusahaan tidak dimanfaatkan."
"Akhirnya yang sibuk betul mengurus BUMN adalah Kementerian BUMN."
"Sementara negara (BUMN) sudah mengeluarkan anggaran untuk menggaji para komisarisnya," lanjutnya.
Selain kewenangan yang besar, kewenangan komisaris juga bisa diubah dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART) perusahaan, sesuai dengan keinginan shareholder.
Satu di antara tugas yang diembankan ke Ahok adalah menurunkan impor minyak.
"Di sinilah kunci semua permainan, yang disebut mafia migaslah, apa, dan sebagainya," ujar Arya Sinulingga.
"Kuncinya adalah di impor migas, impor minyak."
Salam hal itu, Ahok dirasa sebagai orang yang sangat tepat menduduki posisi komisaris utama.
Lebih lanjut, Arya Sinulingga mengungkap keterbukaan informasi di BUMN saat ini.
• Ahok Disuruh Turunkan Impor Pertamina, Arya Sinulingga: Nanti Ada yang Marah kalau Betul Ada Mafia
Termasuk jika nanti ada yang tidak beres di Pertamina, maka orang pertama yang akan disasar netizen adalah Ahok.
"Nanti saya yakin, sama netizen kita, kalau ada sedikit saja kesalahan Pertamina, pasti yang dimention itu Pak Ahok," ucapnya.
"Pasti itu, yakin saya, nah maka mari kita manfaatkan keterbukaan ini."
"Kita manfaatkan bahwa peran Pak Ahok bisa mengontrol Pertamina sehingga Pertamina jalannya makin baik."