Ahok Jadi Bos Pertamina
6 Poin Perjalanan Ahok Jadi Pejabat Publik: Partai Pertama, Beberapa Kegagalan, hingga Bos Pertamina
Berikut perjalanan karier politik Ahok sebelum menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Kini, politisi PDIP itu menjadi Komisaris Utama Pt Pertamina.
Tak hanya dukungan, banyak pula yang menolak pria 53 tahun tersebut menjadi satu di antara petinggi BUMN.
Sejumlah pihak yang mendukung Ahok menjadi bos BUMN antara lain, Menteri BUMN, Erick Thohir, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, hingga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arif Poyuono.
Sedangkan pihak yang menentang Ahok menjadi Bos BUMN, di antaranya Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies Marwan Batubara, hingga Serikat Pekerja Pertamina.
Komentar Tokoh
1. Erick Thohir
Melalui tayangan YouTube KOMPASTV, Erick Thohir menyebut Ahok akan dibantu oleh Wakil Menteri (Wamen) BUMN Budi Sadikin.
Budi Sadikin kini harus merangkap jabatan seusai ditunjuk Erick Thohir sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina.
"Kalau kenapa Pak Basuki di Pertamina apalagi didampingi Pak Wamen juga," terang Erick Thohir.
"Saya rasa bagian terpenting bagaimana target-target Pertamina, bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai, bukan berarti anti impor, tapi mengurangi," sambungnya.
Lantas, Erick Thohir menyeut pihaknya kini membutuhkan tim yang handal untuk menyelesaikan berbagai masalah di Pertamina.
"Nah, proses-proses daripada pembangunan revinery ini sangat amat berat, jadi saya perlu teamwork yang besar, tidak bisa hanya dirut saja," terang Erick Thohir.
"Harus bagi tugas semua."
Hal itu lah yang menyebabkan Erick Thohir menunjuk Ahok sebagai petinggi di Pertamina.
Ia menyebut Pertamina membutuhkan sosok pendobrak sebagai pemimpin.