Breaking News:

Kabar Tokoh

Tanyakan Penolakan SP Pertamina untuk Ahok, Ima Mahdiah: Serikat Orang Tertentu atau Semua Karyawan

Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP, Ima Mahdiah pertanyakan sikap Serikat Pekerja Pertamina yang menolak kepada Basuki Tjahaja Purnama 'Ahok'

Youtube/KOMPASTV
Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP, Ima Mahdiah pertanyakan sikap Serikat Pekerja Pertamina yang menolak kepada Basuki Tjahaja Purnama 'Ahok' 

TRIBUNWOW.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP, Ima Mahdiah pertanyakan sikap Serikat Pekerja Pertamina yang memberikan penolakan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pencalonan Ahok sebagai bos BUMN mendapatkan penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina.

Ima Mahdiah lantas mempertanyakan hal tersebut ketika menjadi narasumber dalam acara Kompas Petang yang tayang di kanal YouTube KOMPAS TV, Selasa (19/11/2019).

 

 

Bantah Isu Jokowi yang Tunjuk Ahok di BUMN, Arya Sinulingga Ungkap Penolakan dari Unsur Politik

Ima mempertanyakan apa alasan Serikat Pekerja Pertamina menolak Ahok menjadi bos BUMN yang kabarnya akan ditempatkan di sektor minyak bumi dan gas atau migas.

"Sebenarnya ada apa serikat ini menolak pak ahok. Itu yang menjadi pertanyaan kita semua," tanya Ima.

Dirinya lantas juga penasaran siapa saja sebenarnya yang tergabung dalam serikat pekerja tersebut.

Semua karyawan pertamina atau hanya sekumpulan orang.

"Apakah ini serikat orang-orang tertentu atau semuanya karyawan pertamina," tanya Ima kembali.

Tolak Ahok Jadi Bos BUMN, Roy Suryo Skakmat Politisi PDIP soal Jokowi: Jangan Asal Bapak Senang

Ima seperti tidak yakin jika serikat pekerja tersebut berisikan semua karyawan pertamia yang menolak hadirnya Ahok .

"Karena saya yakin banyak juga karyawan pertamina yang pengen BUMN sekarang lebih transparan dan lebih berintegritas.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Serikat Pekerja Pertamina akhirnya buka suara mengenai penolakan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua Umum SP Mathilda Pertamina Kalimantan, Mugiyanto mengatakan, pihaknya menolak Ahok tentunya mempunyai sebuah alasan.

"Kita semua yang berada di wadah federasi ini ingin menjaga kelangsungan bisnis Pertamina," ujar Mugiyanto.

Ia juga mengatakan penolakan terhadap Ahok mengacu pada aturan yang mengatur tentang BUMN.

 Tolak Ahok Jadi Bos BUMN, Roy Suryo Skakmat Politisi PDIP soal Jokowi: Jangan Asal Bapak Senang

"Sebenarnya aruannya sudah jelas ya, referensinya jelas yaitu di undang-undang BUMN nomor 19 tahun 2003 dan Permen BUMN nomor 003 tahun 2015, itukan mengatur persyaratan formil dan materiil," paparnya.

Dia juga menyayangkan terkait tuduhan soal penolakan Ahok yang melebar ke ranah lain.

Perwakilan serikat pekerja Pertamina saat memeberikan keterangan pada program Kompas Petang, Selasa (19/11/2019)
Perwakilan serikat pekerja Pertamina saat memeberikan keterangan pada program Kompas Petang, Selasa (19/11/2019) (YouTube KOMPASTV)

"Jadi masalahnya sekarang ini dipertajam, diperuncing dibawa-bawa ke ranah politik, ke agama dan isu-isu SARA lainnya, ini jadi bias, sebenarnya kita harus fokus," jelas Mugiyanto.

Mugiyanto juga menyebutkan seseorang yang ingin menjadi pimpinan BUMN harus melewati serangkaian proses sesuai dengan aturan yang ada.

"Jadi di Undang-undang BUMN pasal 16 itu jelas bahwa seseorang yang mau diangkat sebagai direksi BUMN harus melewati uji kelayakan dan kepatutan, bahkan di situ jelas ada ratingnya," jelas Mugiyanto.

Ia menilai, masyarakat perlu tahu siapa sosok yang akan menjadi pemimpin BUMN, sehingga diperlukan keterbukaan dari pihak pemerintah.

"Pertamina adalah BUMN besar, publik harus tahu siapa sih yang akan menjabat direktur utama atau Pertamina 1, ataupun komisaris jadi harus terbuka, kalau ini kan enggak," ujar Mugiyanto.

"Pak Erick Thohir langsung main comot saja, seolah-olah mengabaikan persyaratan formil tadi," lanjutnya.

 Djarot Saiful Hidayat Ungkap Perkataan Ahok setelah Keluar dari Bui: Saya Mau Belajar Jadi Basuki

Ahok dinilai Mugiyanto hanya mempunyai kemampuan dalam mengatur birokrasi.

"Jadi gini (kemampuan) manajerial Beliau kan lebih kepada birokrasi," kata Mugiyanto.

Menurutnya, keadaan di birokrasi dan BUMN sungguh berbeda.

"Jadi memperbaiki kinerja di birokrasi berbeda dengan memperbaiki kinerja di BUMN," tutur Mugiyanto.

Dia kemudian menjelaskan mengenai anak usaha Pertamina yang cukup luas.

"Nah Pertamina ini usahanya cukup luas ya, kita punya dit operasi dari Sabang sampai Merauke,punya Pertamina Hulu, pengolahan distribusi pemasaran perkapalan, belum anak-anak usaha, belum joint venture, belum perusahaan afiliasi lainnya," bebernya.

Mugiyanto menilai, besarnya perusahaan di Pertamina membuat BUMN ini membutuhkan sosok yang tepat.

"Itu sangat banyak, sehingga kita butuh sosok yang dapat mensinergikan seluruh anak usaha Pertamina tadi untuk bisa mensupport induk usahanya yaitu Pertamina," bebernya.

Lihat video selengkapnya pada menit ke 1.38:

(TribunWow.com)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved