Kabar Tokoh
Pengamat Minta Ahok Tak Cuma Jadi 'Pajangan' jika Dapat Posisi BUMN: Ada Mafia Kuat di Situ
Pengamat politik dan peneliti dari LIPI, Lucky Sandra memberikan tanggapan soal politisi PDIP Ahok yang akan mendapatkan jabatan di BUMN.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Alasannya, "Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, apalagi sebagai komisaris utama, dia akan bisa memberikan pengarahan," katanya.
Mamit juga tidak setuju jika dikatakan posisi komisaris akan membuat Ahok 'tidak bebas bergerak'.
"Justru sebagai komisaris utama, dia bisa menyampaikan visi dan misi pemerintah, sehingga bisa menjadi hal yang bisa dilakukan, demi kebaikan perusahaan BUMN," jelasnya.
"Memang tidak bisa langsung turun tangan, tetapi dengan memberikan laporan terkait kinerja, mungkin akan ada teguran atau mungkin karena ada kinerja direksi yang tidak bagus, mungkin akan terjadi pergantian direksi," paparnya lebih lanjut.
"Karena bagaimanapun dia adalah perwakilan pemerintah. Dengan begitu, posisi dia tetap kuat," ujar Mamit.
Namun demikian, Mamit Setiawan meminta, apabila resmi menduduki jabatan di salah-satu BUMN, Ahok dapat lebih mengontrol emosi dan temperamennya.
"Kalau itu terjadi, yaitu Pak Ahok tidak mengubah sikap, tingkah laku dan ucapan, akan membuat suasana tidak produktif dalam BUMN," kata Mamik.
Dia kemudian meminta agar nantinya Ahok tidak menimbulkan "polemik besar" di masyarakat.
"Jadi harus dijaga bicaranya, sebagai komisaris seharusnya tidak banyak bicara di depan media, karena lebih baik bicara di internal saja," tukasnya.
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul "Ahok diperkirakan jadi bos BUMN, pengamat: 'Jangan cuma jadi pajangan'".