Breaking News:

Kabinet Jokowi

Di ILC, Pengamat Bahas Parpol yang Tak Dapat Jatah Menteri: Mungkin Sesajennya Kurang

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio memberikan komentarnya terkait partai politik yang tidak mendapat kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio memberikan komentarnya terkait partai politik yang tidak mendapat kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Agus Pambagio menyatakan ada pihak yang bahagia, sedih sekaligus menangis terhadap susunan kabinet baru Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Agus Pambagio dalam acara 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (29/10/2019).

Agus Pambagio mulanya mempertanyakan tentang kualitas para meteri baru pilihan Jokowi.

Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik
Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik (Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club)

Haikal Hassan Ungkap Tak akan Puji Pemerintahan Jokowi, meski Ada Prabowo: Tetap Oposisi sampai Mati

Kata Pengamat Politik soal Jokowi Minta Maaf, Sebut Justru Perkuat Dugaan Bagi Kursi di Kabinet

"Beberapa menteri yang diambil memang sudah kenyang, tapi apakah dia punya intergritas?," tanya Agus Pambagio.

Menurutnya, kualitas para menteri pilihan Jokowi itu dapat dilihat setidaknya hingga enam bulan ke depan.

"Tadi Pak Mahfud sudah banyak bicara, kemudian apakah dia (menteri) punya leadership kita tunggu dalam katakan 6 bulan ini," ucap Agus.

Agus lantas menyinggung tentang reshuffle kabinet yang bisa saja dilakukan Jokowi jika para menteri tak bekerja secara baik.

"Dia (menteri) cepat belajar kita tunggu cepat atau tidak," ucapnya.

"Kalau dia memahami tupoksi dari sektor yang lama itu sudah pasti harusnya presiden mengambil tindakan untuk reshuffle, mungkin tidak sampai setahun."

Agus juga menyatakan ada beberapa partai politik (parpol) yang kecewa karena tak ditunjuk menjadi menteri.

"Di sini banyak juga yang kecewa tidak jadi menteri, mungkin sesajennya kurang," kata Agus.

"Sesajennya macam-macam itu, tapi ada yang tidak kerja keras dapat juga, mungkin pertimbangan-pertimbangan lain."

Menurut Agus, seharusnya keputusan presiden terkait susunan kabinet itu dihormati.

Sebab, susunan kabinet telah dilantik dan kini telah menjalankan tugasnya masing-masing di kementerian.

"Jadi di sini kalau buat saya menangis atau tertawa biasa saja gitu, ngapain kita pikirkan, kita renungkan sampai berhari-hari, berminggu-minggu, enggak ada gunanya," ujar Agus.

Ia melanjutkan, pilihan menteri Jokowi memiliki sisi baik dan buruk.

Agus lantas menyinggung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama.

Ia berharap Wishnutama dapat memajukan sektor pariwisata.

"Kita kan harus jalan, apa yang dipilih presiden ada baik buruknya, ini akan banyak event karena event organizer kita lihat dari Menteri Pariwisata seperti apa," kata Agus.

"Yang saya harapkan misalnya dia tidak punya pengalaman pendidikan tapi dia punya terobosan."

Agus menilai keputusan Jokowi memilih Wishnutama cukup tepat.

Pasalnya, meksipun tak memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, Wishnutama dinilainya memiliki banyak terobosan.

"Mungkin presiden mengharapkan karena sektor pendidikan dari zaman kita merdeka diisi oleh profesor-profesor tidak betul-betul (membuat) pendidikan maju seperti negara lain," kata dia.

Ia lantas meminta masyarakat menunggu kinerja para menteri hingga enam bulan ke depan.

"Jadi kita tunggu saja, 6 bulan lah Pak Karni, jangan lama-lama," ucapnya.

Lebih lanjut Agus menyinggung tentang pergantian presiden 2024 mendatang.

"Apalagi 2024 kan sudah akan ganti presiden lagi, nah yang (keabinet) ini paling kerja 2 tahun (atau) 3 tahun, makanya jangan lama mikirnya," ujar Agus.

"Harus cepat mengantisipasi dan presiden harus cepat menggantinya ketika dia tidak mengikuti visi misi yang disiapkan presiden."

Kata Pengamat Politik soal Jokowi Minta Maaf, Sebut Justru Perkuat Dugaan Bagi Kursi di Kabinet

Karni Ilyas Bandingkan Kabinet Jokowi dengan Era PNI, PKI, dan Masyumi, Ibaratkan Seperti Ini

Menurut Agus, kritikan terhadap kinerja menteri selayaknya disampaikan setelah satu bulan masa kerja di kabinet.

"Jadi kita tunggu saja, ini baru hitungan hari, tentu kita lihat seperti apa," ungkapnya.

"Kita masih tenang ini sampai seminggu ya, nanti kalau sudah satu bulan kita harus mulai mengkritisi supaya sebelah saya ini akan kencang membelanya."

Agus lantas menyinggung nama Akbar Faisal, Politisi Partai NasDem.

"Yang menangis, yang tertawa, sedih, coba Bang Faisal itu, dia sedih apa menangis itu," ucap Agus tertawa.

Menanggapi hal tersebut, Karni Ilyas lantas menyeletuk.

"Ada juga yang menangis dalam hati," kata Karni Ilyas.

Melanjutkan pembicaraannya, Agus menyebut ada beberapa pihak yang diuntungkan dan dirugikan atas susunan Kabinet Indonesia Maju.

"Ada yang tertukar, ada yang kerja keras setahun lebih tidak jadi (menteri), ya sudah kita terima saja dulu pos-pos masih banyak," imbuhnya.

"Ada yang ngambek (terus) dapet (kursi menteri) ya sudah, ini dinamika hidup lah, enjoy saja."

Terima Kunjungan Dubes China, Prabowo: 1000 Kawan Terlalu Sedikit, 1 Musuh Terlalu Banyak

Pengamat Soroti Pendidikan Nadiem Makarim di Luar Negeri, Karni Ilyas: Apa Dia Tahu Kondisi di Sini?

Simak video selengkapnya berikut ini menit 1.05:

 (TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
Indonesia Lawyers Club (ILC)Jokowiparpol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved