Kabinet Jokowi
Pengamat Soroti Pendidikan Nadiem Makarim di Luar Negeri, Karni Ilyas: Apa Dia Tahu Kondisi di Sini?
Hendri Satrio memberikan pendapatnya tentang keputusan menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik, Hendri Satrio memberikan pendapatnya tentang keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Hendri Satrio menyebut pemilihan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud cukup mengkhawatirkan karena sang menteri tak pernah menempuh pendidikan di Indonesia.
Namun, ia menilai hal tersebut juga bisa menjadi modal Nadiem Makarim untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Hendri Satrio saat menjadi narasumber dalam acara 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (29/10/2019).

• Nadiem Makarim Ungkap Tantangan Terbesarnya Jadi Mendikbud, sampai Geleng-gelengkan Kepala
• Sri Mulyani Tergugah saat Nadiem Makarim Jadi Menteri, Peringatkan Jajarannya: Atau Kamu Punah
Hendri menyebut Jokowi cukup jeli untuk menempatkan Nadiem Makarim di Kemendikbud.
"Orang-orang baru ini menurut saya perlu diberikan kesempatan, Pak Jokowi ada jelinya, tapi menurut saya ada yang bikin deg-degan," ucap Hendri Satrio.
Hendri lantas menyinggung tentang Nadiem Makarim yang tidak pernah menempuh pendidikan di Indonesia.
"Mas Nadiem saya sih setuju Mas Nadiem ada di Menteri Pendidikan, dengan segala kontroversi dia kan enggak pernah sekolah di Indonesia," lata Hendri.
Ia berharap Nadiem Makarim dapat memajukan pendidikan di Indonesia.
"Jadi artinya dia kertas putih itu, kalau dia jadi menteri pendidikan ya terserah dia deh kan dia belum pernah sekolah di Indonesia," terang Hendri.
"Jadi mau diapain nih pendidikan di Indonesia berdasarkan apa yang dia (Nadiem Makarim) dapat pada saat dia sekolah di luar negeri."
Menanggapi pernyataan tersebut, Karni llyas selaku pembawa acara lantas mengutarakan pendapatnya.
Karni Ilyas menyebut situasi pendidikan di Indonesia tak dapat disamakan dengan luar negeri.
"Tapi kan situasinya beda antara sekolah di luar negeri sama di dalam negeri, di dalam negeri pun antara kota besar, kampung-kampung desa-desa (berbeda)," kata Karni Ilyas.
Ia juga mempertanyakan tentang pengetahuan Nadiem Makarim terkait pendidikan di Indonesia.