Breaking News:

Kabinet Jokowi

Wasekjen Demokrat, Andi Arief Tuding Megawati Punya Dendam pada SBY dan AHY, PDIP: Jangan Asal Bunyi

Pihak PDIP akhirnya buka suara soal tudingan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri memiliki dendam pada Ketua Umum Demokrat, SBY dan anaknya AHY.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
Twitter.com/@Demokrat_TV
Momen langka SBY bersalaman dengan Megawati dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sabtu (5/10/2019). Pihak PDIP akhirnya buka suara soal tudingan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri memiliki dendam pada Ketua Umum Demokrat, SBY dan anaknya AHY. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak PDIP akhirnya buka suara soal tudingan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri memiliki dendam pada Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tudingan itu diungkapkan oleh Wasekjen Demokrat, Andi Arief.

Menurut Ketua DPP PDIP, Said Abdullah hal itu tak benar adanya.

AHY Tak Jadi Menteri lalu Megawati Dituding Dendam pada SBY, PDIP Minta Ingat Lagi Momen Teuku Umar

Said Abdullah meminta agar Andi Arief jangan asal bunyi mengeluarkan pernyataan tanpa adanya bukti yang kuat.

"Ya menurut saya yang pertama itu, letakanlah segala sesuatu sebagaimana porsinya, jangan Andi Arief jangan main politik asal bunyi, tidak beretika," ujar Said dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Senin (28/10/2019).

Menurut Said, penyusunan kabinet Jokowi sudah sesuai dengan konstituensi.

Jokowi lah yang sebagai presiden berhak menentukan siapa saja yang bisa masuk dalam kabinetnya.

Termasuk, AHY yang pada akhirnya tidak masuk dalam jajaran menteri Jokowi.

"Karena apa? Dalam konstruksi konstitusi kita, pemilihan menteri itu adalah wewenang penuh prerogatif presiden, sehingga tidak ada hubungan dengan bu Mega. Itu yang pertama," kata Said saat dihubungi, Minggu, (27/10/2019).

Megawati dinilai tak 'baper' dalam dunia politik.

Sehingga, Megawati tak mungkin menyimpan dendam pada SBY maupun AHY.

"Tidak mungkin lah seorang ibu Megawati, seorang negarawan, sudah makan asam garam politik Indonesia, tiba-tiba ditembak oleh Andi Arief seolah-olah dendamnya ibu Mega," jelas dia.

Ia lantas miminta agar tudingan itu tak diperpanjang.

Dan menegaskan bahwa istilah dendam itu tidak ada.

Kader Demokrat Tak Jadi Menteri meski SBY Sudah Bertemu Jokowi, Ibas: Kami Hanya Menonton

"Tidak ada itu, di kami semua tidak ada itu. Berakhir sudah itu, enough is enough. Tak boleh lagi kita mengembangkan istilah dendam dan sebagainya," lanjutnya.

Halaman
12
Tags:
Partai DemokratAndi AriefKabinet JokowiJokowiSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)PDIPMegawati Soekarnoputri
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved