Kabinet Jokowi
Sosok Wamen ATR Surya Tjandra, Pernah Gagal Nyaleg hingga Sempat Patah Hati dengan Rekan Aktivis
Politisi PSI Surya Tjandra resmi menjadi wamen ATR mendampingi Sofyan Djalil. Sebelum dilantik, Surya Tjandra pernah gagal jadi caleg, ini profilnya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Kalau saya tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri, saya tidak kuliah," jelas Surya.
• Tak Cuma Palangka Raya, Begini Kata Sofyan Djalil Soal Calon Ibu Kota yang Baru
Transparansi adalah hal yang ingin dipentingkan oleh Surya.
"Ketika kita menjadi pejabat publik, semua sudah tidak ada yang personal lagi," ungkapnya.
"Sumber pendapatan, tempat tinggal, dan latar belakang keluarga harus diketahui oleh masyarakat agar masyarakat tidak salah pilih," ujar Surya Tjandra yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Pengalaman perihal transparansi, diperoleh Surya Tjandra setelah 20 tahun mengurus lembaga swadaya masyarakat.
"Saya mengurus LSM tingkat nasional yang menerima donor dari publik, setiap transkasi harus pakai invoice, itu sudah saya kerjakan selama hampir 20 tahun," tambahnya.
Kala itu, Surya Tjandra sedang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) dari PSI dalam pemilihan legislatif 2019.

Surya yang menjadi caleg DPR RI daerah pilih Jatim V, gagal mendapatkan kursi di Senayan.
Setelah dilantik menjadi Wakil Menteri, Surya Tjandra akan membantu Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang.
• Menteri Sofyan Djalil Sebut Ibu Kota Baru Pindah ke Kalimantan Timur, di Mana Tepatnya?
Dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (25/10/2019), prioritas yang ditekankan Presiden kepada Surya Tjandra adalah membantu Kementrian ATR mengatasi masalah tumpang tindih dan agraria.
"Saya Surya Tjandra, diminta oleh Pak Jokowi untuk membantu Menteri ATR Pak Sofyan Djalil," terangnya.
"Dalam agenda setahun ini akan ada hasil yang baik dalam penyelesaian masalah tumpang tindih dan konflik agraria, seperti masyarakat yang tinggal di hutan dan kewenangan yang tumpang tindih," kata Surya yang juga berprofesi sebagai Dosen Ilmu Hukum di Universitas Atma Jaya itu.
(TribunWow.com/Anung Malik)