Kabinet Jokowi
Sosok Wamen ATR Surya Tjandra, Pernah Gagal Nyaleg hingga Sempat Patah Hati dengan Rekan Aktivis
Politisi PSI Surya Tjandra resmi menjadi wamen ATR mendampingi Sofyan Djalil. Sebelum dilantik, Surya Tjandra pernah gagal jadi caleg, ini profilnya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi wakil menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), mendampingi Menteri ATR Sofyan Djalil, Jumat (25/10/2019).
Dilansir TribunWow.com dari video Ngobras Episode 18 kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia, sebelum diangkat menjadi wamen, Surya Tjandra menyatakan pernah patah hati dengan rekan aktivisnya yang berubah setelah masuk parlemen, 4 Desember 2017.
"Saya mendukung beberapa aktivis buruh yang masuk ke parlemen, tapi kenapa setelah masuk kok jadi lain," ujar Surya Tjandra kala itu.
• Datang ke Istana, Politisi PSI Surya Tjandra Ditunjuk Jokowi Jadi Wakil Menteri Bantu Sofyan Djalil
Oleh karena itu ia mengaku ingin membuat perubahan dengan membuktikan bahwa tidak semua aktivis menjadi korup ketika mendapat kekuasaan.
"Saya akan buktikan ketika saya sudah di dalam kekuasaan, saya akan tetap seperti ini," tambahnya.
Surya Tjandra menjelaskan godaan kekuasaan adalah hal yang berat untuk dilawan.
Dirinya merasa bersalah ketika aktivis buruh yang didukungnya, berubah sikap ketika menjadi pemangku kekuasaan.

Pria yang kerap dipanggil Bro Surya tersebut mengaku mengagumi sosok Adnan Buyung Nasution dan Yap Thiam Hien.
Kekagumannya didasari atas keteguhan kedua tokoh tersebut dalam bertahan dari godaan korupsi.
"Bang Buyung dan Pak Yap ini bekerja di bidang hukum yang sangat gampang tergelincir korupsi," ujar Surya.
• Profil 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju, Angela Tanoesoedibjo hingga Wahyu Sakti Trenggono
"Mereka ini orang idealis tapi berhasil bagi dirinya dan keluarganya," katanya.
Surya Tjandra mengatakan bahwa dirinya berasal dari keluarga yang tidak berada.
Surya menceritakan bagaimana perjuangannya saat menempuh pendidikan.
"Saya sekolah, saya tidak tahu naik kelas atau enggak, karena rapor saya tidak bisa diambil sebelum saya bayar uang sekolah," kata Surya.
Kesulitan tidak hanya dialami Surya, dua kakaknya juga harus berhenti kuliah, karena tidak sanggup membayar.
Surya saat itu bertekad untuk masuk kuliah di perguruan tinggi negeri karena biayanya yang lebih murah.