Kabinet Jokowi
Arief Poyuono Ogah Prabowo Disebut Pembantu Jokowi, Debat dengan Adian Napitupulu hingga Studio Riuh
Perdebatan terjadi antara politisi PDIP, Adian Napitupulu dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Masih masuk, masih lah sedikit," jawab Aboe Bakar.
Najwa Shihab kemudian menanyakan siapa tokoh menteri menurut Aboe Bakar yang memiliki track record bagus dan paling menarik.
Aboe Bakar kemudian menyebut tokoh yang paling menarik adalah para profesional.
Seperti Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto dokter Terawan.
"Seperti Terawan itu kan memang seorang dokter yang profesional, Pak Basuki oke, memang bidangnya, Erick oke lah ya, ketua tim sukses, dia mengerti tentang ekonomi" ucap Aboe Bakar.
"Cuma yang paling menarik Nadiem ini, Nadiem ini ceritanya apa, ujung-ujungnya ke pendidikan."
"Tapi mungkin ada pembicaraan 'spesial' dengan Pak Jokowi kali ya," sambungnya.
Najwa Shihab kemudian menanyakan soal politisi yang menjadi menteri.
Aboe Bakar mengatakan, dari partai ada yang bagus.
• Ditanya soal Prabowo, Mahfud MD Cerita Pernah Pimpin Jenderal saat Jadi Menhan: Saya Deg-degan
"Tapi ternyata apabila kita ini setelah pemilu bersatu juga, rasanya kita bagi-bagi duit saja kemarin," ungkapnya.
"Bagi-bagi ada berapa triliun, di bagi buat ini, ini, enggak usah repot-repot pemilu, mati banyak sampai berapa itu 600, 700."
Najwa Shihab kemudian menanyakan kepada Adian Napitupulu yang pernah menolak tawaran jadi menteri.
"Adian Anda kan ditawari menteri tapi menolak, kenapa? Jarang orang yang menolak ditawari menteri," tanya Najwa Shihab.
Menjawab hal itu, Adian Napitupulu langsung membeberkan alasannya.
"Kenapa menolak? Ya saya merasa bukan talenta saya saja, pertama itu," jawab Adian Napitupulu.
"Kedua saya merasa lebih bisa bekerja leluasa di DPR."
"Kalau misalnya gini, kalau misalnya di kemenaker gitu ya, lalu saya bicara apa? Buruh, jam kerja, cuti, apa yang berkaitan dengan buruh."
"Tapi kan kan enggak bisa bicara tentang ranah rakyat, kalau saya di agraria saya bicara tentang tanah, atau segala macam."
"Tapi tidak bisa bicara hal lain tentang buruh dan sebagainya, di mana saya bisa bicara semuanya? Ya di DPR," ungkap Adian Napitupulu.
Ia mengakui bahwa menolak jadi menteri dan tetap menjadi DPR adalah pilihan sadarnya.
"Tidak ada paksaan, tidak ada intervensi apapun," beber Adian Napitupulu. (TribunWow.com)