CPNS
Mekanisme Pendaftaran Tes CPNS 2019, Guru dan Tenaga Kesehatan Prioritas, Siapkan Dokumen Ini
Berikut mekanisme pendaftaran CPNS 2019 hingga keperluan dokumen disiapkan untuk daftar CPNS.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Siap-siap, pada minggu kedua di bukan Oktober 2019 akan digelar tes CPNS 2019.
Kali ini, tenaga guru dan tenaga kesehatan jadi prioritas dalam tes CPNS 2019 ini.
Berikut mekanisme pendaftaran CPNS 2019 hingga keperluan dokumen disiapkan untuk daftar CPNS.
Rencana, Kemenpan RB dan BKN akan umumkan pelaksanaan pendaftaran CPNS 2019 di sscn.bkn.go.id pada minggu ke-4 Oktober nanti.
• Penjelasan BKN soal Kabar Nilai Tes SKD 2018 Bisa Digunakan untuk Seleksi CPNS 2019
Artinya dua minggu lagi sudah akan ada pengumuman penerimaan CPNS 2019 untuk seluruh masyarakat Indonesia.
"InsyaAllah diumumkan nanti di bulan Oktober dan ada pengumuman dari Pak Menpan-RB langsung," ujar Sekretaris Kementerian PAN-RB, Dwi Wahyu Atmaji beberapa waktu lalu.
Dwi Wahyu mengatakan, saat ini pemerintah tengah memperbaiki komposisi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebab saat ini masih didominasi oleh tenaga administrasi umum.
"Kita ingin ubah, yang akan kita prioritaskan adalah tenaga teknis yan mendukung pembangunan nasional dan kebutuhan daerah"
"Terutama guru, tenaga kesehatan, dan teknis lainnya untuk pembangunan SDM dan infrastruktur," katanya.
CPNS 2019 untuk daerah, kata Dwi, formasi yang diterima akan lebih banyak adalah guru dan tenaga kesehatan.
Nah, jelang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, BKN atau Badan Kepegawaian Negara memiliki persyaratan khusus bagi para peserta yang akan ikut seleksi jabatan tenaga kesehatan.
Sebelum membahas syarat khusus bagi peserta yang akan mendaftar jabatan tenaga kesehatan, berikut penjelasan tentang formasi prioritas di pendaftaran CPNS 2019 dikutip dari laman Tribun Timur.
* Dua Formasi Prioritas
Dua formasi yang menjadi prioritas pemerintah dalam pengadaan ASN, yakni tenaga guru dan kesehatan.
Berdasarkan data dari BKN, persentase 71,19% tenaga pendidik didominasi oleh kelompok usia 46 -60 tahun, sedangkan yang masih berada pada golongan kerja muda (antara usia 26 – 45 tahun) terhitung minim (kurang dari 200.00 guru).