Menkopolhukam Wiranto Diserang
Kata Psikolog soal Wiranto Ditusuk dari Sisi Reaksi Masyarakat, Dihubungkan dengan Kondisi Indonesia
Psikolog sosial Hening Widyastuti, membaca insiden Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang diserang.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Psikolog sosial Hening Widyastuti, membaca insiden Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, yang mendapat serangan dari sisi reaksi masyarakat.
Diketahui, Wiranto diserang orang tak dikenal saat akan menyapa masyarakat di pintu gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Namun, sejumlah reaksi yang dimunculkan oleh masyarakat beragam.
• Psikolog Poppy Amalya Baca Ekspresi Penusuk dan Penolong Wiranto, Sama-sama Perlihatkan Wajah Marah
Ada yang menyayangkan peristiwa ini namun juga ada yang justru 'bahagia' atas apa yang menipa Wiranto.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (11/10/2019), Hening menuturkan bahwa Wiranto merupakan orang yang memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi di Indonesia saat ini.
Indonesia kini tengah mengalami situasi perihal ketidakstabilan keamanan, politik, hingga ekonomi.
Hening menduga adanya hal itu menimbukan rasa kekecewaan terpendam yang dimiliki oleh masyarakat.
"Mungkin awalnya karena merasa dikecewakan oleh pemerintah, karena erat kaitannya dengan situasi Papua dan demo krisis kemanusiaan, akan menimbulkan rasa benci yang sangat dalam kepada masyarakat," ungkapnya.
Sehingga saat Wiranto terkena musibah membuat masyarakat bahagia dan bukan prihatin.
"Akhirnya, ketika ada musibah (pada Wiranto) yang harusnya kita merasa prihatin, belum tentu hal yang sama dirasakan mereka (yang kecewa). Ini malahan jadi kabar gembira, berita yang menyenangkan," paparnya.
Hal ini juga berlaku bagi pendukung partai politik (parpol) atau tokoh publik yang fanatik.
Saat tokoh lawan politiknya terkena musibah, reaksi yang ditimbulkan justru bahagia.
"Bila ada seseorang yang dianggap sebagai lawan politik dari yang didukung, bila terjadi musibah atau accident pada mereka, maka (orang yang sudah menyimpan rasa benci) akan senang bahagia di atas penderitaan orang lain," kata Hening.
• Akibat Postingan Istri soal Penusukan Wiranto di Medsos, Dandim yang Baru 2 Bulan Menjabat Dicopot

Kondisi Wiranto
Mantan Menteri Perindustrian periode 2014-2016, Saleh Husin menuturkan kondisi Wiranto.
Diungkapkannya hal itu seusai dirinya menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).
"Kami masuk dan melihat kondisi Pak Wiranto yang lagi terbaring lemas dan kami ajak bicara tetapi bicara beliau masih sangat pelan, mungkin masih kesakitan," ujar Saleh.
Saleh bercerita dia sempat berbincang dengan dokter jaga.
Menurut informasi dari dokter itu, pada Kamis (10/10/2019) malam, Wiranto telah menjalani operasi usus.
Operasi di bagian usus dilakukan pasca Wiranto tertusuk benda tajam saat kunjungan di Pandegelang, Banten.
Ia lantas berdoa agar Wiranto bisa segera pulih.
"Ya kami doakan agar Pak Wiranto lekas sembuh dan pulih kembali," kata Saleh.
Dijelaskan pula oleh Tenaga Ahli Menkopolhukam Agus Ziani, bahwa usus Wiranto dipotong 40 centimeter karena terluka.
"Setibanya di RSPAD, langsung ditangani secara intensif dan dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi di bagian perut lantaran akibat tusukan ditemukan luka di bagian usus halus, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 40 cm," ungkap Agus melalui keterangan tertulis, Jumat (11/10/2019).
• Kapolsek Menes Beberkan Detik-detik Dirinya Ditusuk saat Lindungi Wiranto: Pisau Tertutup Kain Hitam
Meski demikian, Wiranto masih harus menjalani perawatan intensif.
"Alhamdulillah, pasca operasi kondisi Wiranto membaik, meski tetap harus menjalani perawatan. Ia percaya, bahwa Tuhan sebaik-baiknya tempat bersandar. Semoga Allah SWT tetap mencurahkan kasih sayang-Nya," lanjut dia.
Video Detik-detik Wiranto Ditusuk
Mulanya tampak Wiranto turun dari mobil untuk menuju tempat naik helikopter untuk pulang ke Jakarta pukul 11.50 WIB.
Wiranto terlihat menggunakan batik hijau bercorak dengan celana hitam.
Tepat setelah keluar dari mobil, tiba-tiba seorang lelaki dari arah belakang berinisial SA menusuk Wiranto memakai senjata tajam berupa pisau kunai secara membabi buta.
Seketika itu Wiranto tersungkur ke arah depan dan terjatuh.
Wiranto segera dilarikan ke Klinik Menes Medical Center, Menes, Pandeglang untuk mendapat pertolongan.
Sementara pelaku langsung dilumpuhkan oleh sejumlah orang yang mengawal Wiranto.
Terdengar riuh jeritan sejumlah warga dalam video tersebut.
"Ih Allahu Akbar," jerit seorang wanita dalam video tersebut.
"Astaghfirullah," jerit seorang lainnya.
• Update Kondisi Wiranto setelah Jalani Operasi, Masih Lemah
Pelaku lantas ditangkap dan dibawa ke Polsek Menes dan sedang dimintai keterangan.
Tak hanya satu pelaku, ternyata ada pelaku lainnya yang merupakan seorang wanita berinisial FA.
Dan korban Wiranto dengan dua luka tusuk di bagian perut.
Lalu korban lainnya yakni Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto dengan luka di bagian punggung.
Dan ajudan Wiranto, Fuad yang mengalami luka di bagian dada sebelah kiri atas.
(TribunWow.com/ Roy)