Kasus Ninoy Karundeng
5 Fakta soal Kasus Ninoy Karundeng, Kronologi, Pemicu, Bantahan dan Keterangan Jubir PA 212
Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng mengalami tindak intimidasi dan penganiayaan pada Senin (30/9/2019) lalu. Ini fakta-faktanya
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Rekarinta Vintoko
"Semua menggunakan tangan mereka," sebutnya.
Saat ditanyai hal yang paling menakutkan kala dirinya mendapatkan intimidasi, Ninoy mengatakan ada satu kata yang membuatnya hingga kini trauma.
Ia menuturkan diancam oleh seorang yang dipanggil 'habib', bahwa kepalanya akan di pecah menjadi dua.
"Yang paling menakutkan dan sampai sekarang saya rasakan, mereka mau membunuh saya, karena saya hanya dikasih waktu sampai sebelum subuh, saya akan dipecah kepala saya, mau dibelah oleh yang dikatakan dia seorang 'habib' itu," sebut Ninoy mengenang.
2. Penyebab Ninoy Karundeng Dianiaya
Ninoy Karundeng mengatakan para pelaku yang memukulinya kesal akan tulisan-tulisannya.
Ia mengatakan laptop yang dibawanya saat itu berisi tulisan-tulisan miliknya yang disebarkan di akun Facebooknya.
"Ya mereka marah karena tulisan-tulisan saya, jadi saya kebetulan di situ, nama saya asli, semua asli dan saya bawa laptop, di laptop itu ada draft tulisan-tulisan saya yang saya upload di Facebook," ujar Ninoy.
Ninoy mengatakan saat para pelaku membaca tulisannya yang berbeda pandangan, mereka marah.
"Di situ saya setiap mereka lihat tulisan saya itu, di samping mereka juga bisa membuka Facebook saya di situ pakai HP masing-masing itu, begitu menemukan tulisan yang berbeda pandangan (mereka marah)," katanya.
• Reaksi Jubir PA 212 Novel Bamukmin yang Ikut Diperiksa soal Ninoy Karundeng: Ada Apa Dikait-kaitkan?
3. Jubir PA 212 Ikut Diperiksa
Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin turut mendapat surat panggilan dari kepolisian, dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube iNews Talkshow, Senin (7/10/2019).
"Surat panggilan kepolisian sudah saya terima," ujar Novel yang lantas mengaku di tempat pengacaranya berada.
"Insha Allah saya akan hadir pada Kamis (10/10/2019) jam 2 (WIB) siang sebagaimana yang dijadwalkan dari kepolisian," ungkapnya.
Ia mengaku kaget mengapa namanya bisa dikaitkan dengan kasus Ninoy Karundeng yang merupakan relawan Jokowi dalam Pilres 2019 ini.