Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Djarot Sebut Gibran Tak Bisa Calonkan Wali Kota Solo, PSI Kumpulkan 40 Ribu KTP Dukung Anak Jokowi

Djarot Saiful Hidayat sebut Gibran Rakabuming Raka tak bisa calonkan Wali Kota Solo, PSI cari jalan dukung anak Jokowi lewat jalur independen.

TribunSolo.com/Adi Surya
Gibran Rakabuming Raka usai bertamu dengan FX Hadi Rudyatmo di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Lodji Gandrung, Jalan Adi Sumarmo Rabu (18/9/2019). Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat Gibran tidak dapat langsung menjadi bakal calon Wali Kota Solo, Jawa Tengah, dalam Pilkada 2020 mendatang. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyebut putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, tidak dapat langsung menjadi bakal calon Wali Kota Solo, Jawa Tengah, dalam Pilkada 2020 mendatang.

Meski demikian, pihak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo siap mengumpulkan 40 ribu kartu tanda penduduk (KTP) untuk mendukung Gibran melalui jalur independen.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (30/9/2019), Djarot menyebut untuk mencalonkan diri sebagai wali kota harus melalui proses dan tidak bisa tiba-tiba.

Nyatakan Dukungan pada Gibran Rakabuming di Pilwalkot Solo 2020, PSI Siap Kumpulkan 40.000 KTP

Diketahui, Gibran sudah resmi mendaftarkan diri dan menjadi kader PDIP dan sempat disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

"Tentunya kita semua, partai, akan mengevaluasinya," ujar Djarot dijumpai di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Rabu (25/9/2019).

"Seseorang menjadi kepala daerah tidak bisa ujug-ujug, tidak bisa tiba-tiba. Tentu ada prosesnya."

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut untuk menjadi calon kepala daerah yang diusung partainya harus ditimbang dari faktor pengalaman.

Mulai dari pengalaman di legislatif, di partai politik, di dunia bisnis, serta rekam jejaknya di tengah masyarakat.

Gibran Rakabuming Anak Jokowi Urus KTA PDIP, Purnomo-Teguh Prakosa Resmi Daftar Calon Wali Kota Solo

Djarot juga menegaskan PDIP tidak akan asal-asalan memilih kader yang akan diusung untuk Pilkada 2020.

PDIP disebut memperhatikan visi dan misi dari tokoh yang dicalonkan sehingga jelas pandangannya ke depan untuk calon daerah yang akan ia pimpin.

"Tapi setelah menang itu mau ngapain? Itu yang penting," tegas Djarot.

Menurut Djarot, kepala daerah yang nantinya terpilih harus bisa membuktikan kemampuannya.

"Jadi setelah menang, dia betul-betul bisa bekerja dengan baik dan menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila," imbuhnya.

Kini PDIP Solo mengajukan nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo 2020.

Naik ke Panggung saat Demo Mahasiswa Samarinda, 3 Anggota DPRD Kaltim Dikurung: Jangan Kasih Jalan

Lantaran peluang Gibran mencalonkan diri jadi Wali Kota Solo melalui PDIP sudah tidak mungkin, PSI pun mencari cara lain dengan jalur independen.

Dewan Penasihat DPD PSI Solo Antonius Yogo Prabowo menyebut pengumpulan 40 ribu KTP merupakan bentuk dukungan PSI terhadap Gibran.

Menurutnya, dukungan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan matang di internal partai, mulai dari tingkat ranting hingga pusat.

Antonius mewakili PSI berpendapat bahwa sosok Gibran yang pengusaha dengan jiwa sosial yang tinggi sehingga cocok menjadi pimpinan daerah.

"Kami memutuskan mendukung Mas Gibran itu tentu ada pertimbangan matang," ujar Antonius, Senin (30/9/2019).

"Selain Beliau sosok yang muda, visioner, enterpreneur-nya luar biasa, juga bisnisnya kita akui, rasa sosialnya tinggi, secara anak muda Beliau magnet," terangnya.

Jansen Sitindaon Puji Fahri Hamzah yang akan Lengser Jadi Anggota DPR: Anda Jadi Role Model

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved