Breaking News:

Rusuh di Papua

6 Fakta Kerusuhan di Wamena, dari Penyebab, Jumlah Korban Tewas dan Pengungsi, hingga Pesan Jokowi

Fakta kerusuhan di Wamena Papua, penyebab hoaks guru rasis, jumlah korban tewas, hingga kondisi pengungsi yang kelaparan. Suasana kini kondusif.

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Ananda Putri Octaviani
HO/Tribunnews.com
Massa pengunjuk rasa bakar Kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019). 

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, pihak Otoritas Bandar Udara Wilayah X mengonfirmasi kabar penerbangan dari dan menuju Wamena yang ditunda.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah X, Usman Effendi menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Penyelenggara Bandara (UPBU) dan stakeholder penerbangan untuk menunda seluruh penerbangan sementara.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat TNI atau Polri agar keadaan bisa segera kembali kondusif.

Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Wamena, Joko Harjani, menyebut Senin pagi ada tiga pesawat yang mendarat dengan aman.

Kemudian tiga pesawat lainnya yang sudah mendarat juga sudah diterbangkan kembali atau Return to Base (RTB).

Sedangkan satu pesawat Deraya masih berada di Bandara Wamena karena alasan teknis.

Meski seluruh penerbangan ditunda sementara, operasional pelayanan bandara tetap berjalan.

5. Internet Dibatasi

Diberitakan Kompas.com, penyedia layanan internet Kota Wamena seperti Telkomsel dan Indosat pun membatasi akses di wilayah tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sudah mengimbau penyedia layanan internet untuk membatasi akses.

Meski internet dibatasi, layanan telepon dan SMS masih berfungsi normal dan terus dioptimalkan demi kenyamanan berkomunikasi di Wamena.

"Telkomsel senantiasa melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data," kata VP Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin.

Akibat kerusuhan, kantor layanan Telkom Group di Wamena juga tidak beroperasi untuk sementara waktu.

6. Komentar Jokowi

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan masyarakat untuk mengecek kebenaran suatu kabar lantaran jika terlanjur terjadi kerusuhan maka bisa mengganggu stabilitas keamanan.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam wawancara unggahan kanal YouTube metrotvnews, Senin (23/9/2019).

Setelah muncul kabar pecahnya kerusuhan di Wamena, Jokowi langsung berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Dalam rapat itu turut hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, dan Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan.

"Ya tadi pagi kita juga telah mengadakan rapat koordinasi, Menkopolhukam, dengan Panglima TNI, Kapolri, KaBIN mengenai itu," ucap Jokowi.

Jokowi menyebut gerakan anarkis yang terjadi di Wamena memang berasal dari kabar hoaks.

"Dan ya, isu anarkis ini dimulai dan berkembang karena adanya berita hoaks," kata Jokowi.

Maka dari itu, Jokowi juga meminta seluruh elemen masyarakat saat mendapat suatu informasi harus dicek kebenarannya.

Karena jika masyarakat terlalu gampang terpancing dengan suatu berita provokatif, maka kemanan wilayah bisa terganggu.

Diberitakan Kompas.com, Jokowi mengingatkan agar aparat TNI dan polisi menangani kerusuhan tidak dengan cara yang semakin memicu emosi massa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang menyebut Jokowi ingin aparat bertindak dengan cara proporsional dan profesional.

Melalui Moeldoko, Jokowi mengimbau agar tak melakukan tindakan yang semakin memancing amarah massa yang nantinya terjadi hal yang tak diinginkan.

"Caranya jangan sampai penyelesaian itu membangun emosi yang pada akhirnya aparat melakukan tindakan yang tidak diinginkan," sambung Moeldoko.

Ditanya soal adanya korban luka-luka, Moeldoko menegaskan Jokowi tidak meminta aparat untuk melakukan tindakan represif atau menggunakan kekerasan.

(TribunWow.com/Ifa Nabila)

Tags:
Kerusuhan di WamenaWamenaRusuh di PapuaPapua
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved