Polemik RKUHP

Ikuti Proses Pembuatan RKUHP selama 25 Tahun, Wartawan Senior Kompas: Ada Fenomena Menarik

Seorang wartawan senior Harian Kompas berikan penilaian mengenai RKUHP, yang sudah direncanakan dibuat sedari tahun 1994.

Ikuti Proses Pembuatan RKUHP selama 25 Tahun, Wartawan Senior Kompas: Ada Fenomena Menarik
YouTube KOMPASTV
Wartawan Senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang wartawan senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo mengaku sudah mengikuti perjalanan proses Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), sejak 25 tahun yang lalu atau sejak tahun 1994.

Walau kini RKUHP sudah cukup jauh dibahas, Budiman Tanuredji merasa ada sebuah fenomena menarik, dari proses pembuatan Rancangan Undang Undang (RUU) tersebut.

Budiman Tanuredjo menyampaikan hal tersebut menjadi bintang tamu pada acara Rosi yang tayang di Kompas Tv.

Acara yang juga diunggah di channel YouTube KOMPASTV dan tayang pada Jumat (20/9/2019), turut mengundang seorang jurnalis dengan alasan tertentu.

Wartawan senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo memberikan komentar mengenai RKUHP yang tengah ramai dibahas di pemerintahan.
Wartawan senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo memberikan komentar mengenai RKUHP yang tengah ramai dibahas di pemerintahan. (YouTube KOMPASTV)

Pemandu acara, Rosi mengaku mengundang seorang wartawan senior Harian Kompas, karena ingin mengetahui perjalana dari RKUHP.

"Kenapa saya mengundang Bung Budiman, ada alasan yang sangat spesifik. Karena Bung Budiman ini selalu mengatakan pada kami, sudah meliput tentang rancangan KUHP ini sejak ia menjadi reporter di lapangan 25 tahun lalu dan enggak jadi-jadi, sekarang baru jadi," jelas Rosi.

Banyak Pasal yang Multitafsir di RKUHP, Ketua YLBHI Samakan dengan Aturan Zaman Kolonial Belanda

Budiman Tanuredjo mengaku tidak begitu senang dengan terwujudnya RKUHP, yang sudah digadang-gadang pemerintah dari tahun 1994.

"Enggak terlalu happy, karena masih banyak problem yang harus diselesaikan, harus dijelaskan kepada publik," ujar Budiman Tanuredjo.

Ia juga menyebut pada perencanaan Undang Undang (UU) KUHP ini muncul sebuah fenomena menarik.

Wartawan senior itu menyebut bahwa UU yang dibentuk oleh pemerintah terkesan terburu-buru.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved