Terkini Daerah
Cerita Tati, Anak Kernet Bus yang Jadi Dokter Gigi, Jual Tanah hingga Makanan untuk Biaya Kuliah
Tati Sri Rahmawati menceritakan pengalamannya yang akhirnya bisa menjadi dokter gigi. Berikut ini kisahnya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Sejak 2013 Tati mulai menjual makanan ringan basreng dan makaroni.
Makanan buatan ibunya tersebut dijual Tati kepada teman-temannya di kampus untuk menutup biaya kuliah dan kehidupannya sehari-hari.
"Selain itu saya juga membuat pesanan bunga flanel untuk wisuda, ngajar les privat anak SD, menjadi asisten di klinik, bahkan sampai pernah membuka laundry di kontrakan untuk teman-teman," tutur Tati.
• Fadli Zon Disentil saat Bandingkan Jokowi dan Soeharto di ILC, Maruarar: Prabowo Move On, Dia Belum
Selama mengenyam Pendidikan Dokter Gigi, lanjut Tati, ada satu pelajaran sederhana yang didapat.
Pada awalnya Tati menganggap Pendidikan Dokter Gigi merupakan pendidikan kedokteran yang tidak terlalu rumit.
"Jika dilihat dari biayanya pun sepertinya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan kedokteran umum," ujar Tati.
Namun, ternyata anggapan tersebut salah besar.
Pendidikan Dokter Gigi adalah pendidikan yang memadukan ilmu kedokteran serta teknik dan seni yang jika digabungkan menjadi dentist.
"Dari situ saya belajar bahwa tidak ada satu pun jurusan pendidikan yang boleh disepelekan," kata Tati. (Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Tati, Anak Kernet Bus yang Jadi Dokter Gigi: Jual Tanah hingga Dagang di Kampus untuk Biaya Kuliah"