Rusuh di Papua

Saldo Rekeningnya Dianggap Tak Wajar oleh Polisi, Ini Tanggapan Veronica Koman

Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman memberikan tanggapan soal saldo di rekeningnya yang dianggap tak wajar oleh pihak kepolisian.

Saldo Rekeningnya Dianggap Tak Wajar oleh Polisi, Ini Tanggapan Veronica Koman
YouTube/KompasTV
Pihak kepolisian melakukan penelusuran terhadap penarikan uang secara besar-besaran dari rekening tersangka kerusuhan di Papua, Veronica Koman, Jumat (13/9/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman memberikan tanggapan soal saldo di rekeningnya yang dianggap tak wajar oleh pihak kepolisian.

Menurut Veronica, saldo rekening miliknya dalam batas nominal yang wajar sebagai pengacara yang juga kerap melakukan penelitian.

Veronica juga mengakui pernah menarik uang di Papua ketika dirinya berkunjung ke Papua, dengan nominal yang sewajarnya untuk biaya hidup sehari-hari.

Tersangka Rusuh Papua Veronica Koman Lakukan Penarikan Besar-besaran di 6 Rekening, Ini Kata Polisi

Sementara terkait dirinya di Surabaya, ia mengakui hanya sekali seumur hidup.

Itupun hanya empat hari ketika pendampingan aksi 1 Desember 2018 bagi kliennya Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Dia pun tidak mengingat apakah selama di Surabaya pernah menarik uang atau tidak.

"Apabila saya sempat pun ketika itu, saya yakin maksimal hanya sejumlah batas sekali penarikan ATM untuk biaya makan dan transportasi sendiri," kata Veronica dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/9/2019).

Veronica menganggap pemeriksaan rekening pribadinya tidak ada sangkut pautnya dengan tuduhan pasal yang disangkakan kepada dirinya, sehingga dia menilai ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang kepolisian.

"Apalagi kemudian menyampaikannya ke media massa dengan narasi yang teramat berlebihan," tuturnya.

Veronica Koman Jadi Tersangka, Masyarakat Dinilai Bisa Takut Suarakan HAM

Bagi Veronica, waktu dan energi yang negara ini alokasikan untuk menyampaikan propaganda negatif selalu jauh lebih besar ketimbang yang betul-betul digunakan untuk mengusut dan menyelesaikan pelanggaran HAM yang saat ini terjadi di Papua.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved