Rusuh di Papua

Di Mata Najwa, Polisi Beberkan Perilaku Veronica Koman yang Sebabkan Kerusuhan di Papua

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan perilaku Veronica Koman yang buatnya jadi tersangka.

Di Mata Najwa, Polisi Beberkan Perilaku Veronica Koman yang Sebabkan Kerusuhan di Papua
Capture Youtube Najwa Shihab
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan perilaku Veronica Koman yang membuatnya ditetapkan menjadi tersangka. 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan perilaku Veronica Koman yang membuatnya ditetapkan menjadi tersangka.

Diketahui Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden demo buntut dari pengepungan di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu jelaskan Dedi Prasetyo saat menjadi narasumber di program Mata Najwa, yang diunggah dalam saluran YouTube Najwa Shihab, Kamis (5/9/2019).

Tunjukkan Foto di Jalanan Papua yang Buat Kaget, Komarudin Watubun: Pak Wiranto Tidak Merasakan

Mulanya presenter Najwa Shihab mempertanyakan apa kesalahan Veronica Koman (VK) hingga ditetapkan menjadi tersangka.

Dedi lantas mengatakan VK menyebarkan kabar hoaks ke media sosial hingga menjadi viral.

"Untuk penetapan tersangka VK terkait twit, konten-konten yang diviralkan di media sosial," papar Dedi.

"Satu ada video, foto, narasi, kejadian di Surabaya, yang tidak sesuai fakta sebenarnya tapi dimunculkan," sambung dia.

Sosok Veronica Koman, Tersangka Provokasi Asrama Mahasiswa Papua

Dedi menjelaskan, konten-konten yangtak sesuaifakta itu yakni mengenai ada korban tewas dalam aksi pengepungan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dan sejumlah hal lain.

"Misalnya, ada rekan kita mahasiswa Papua yang meninggal dunia pada saat penangkapan," katanya.

"Kemudian ada penggunaan senjata api yang digunakan aparat kepolisian yang menyebabkan jatuhnya korban."

"Itu tidak ada faktanya. Dan itu diviralkan, cukup banyak. Dan dari penjajakan hasil laboratorium digital kita, ada 1.500 lebih yang diviralkan dari twit yang bersangkutan," ujar Dedi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved