Breaking News:

Seleksi Pimpinan KPK

Roby Capim KPK Sebut Banyak Pejabat Tak Tenang Bekerja karena KPK, Najwa Shihab Kaget dan Tanya Ini

Presenter Najwa Shihab berseloroh dengan ucapan Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roby Arya Brata soal ingin membuat pejabat tenang.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
Capture Youtube Najwa Shihab
Presenter Najwa Shihab berseloroh dengan ucapan Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roby Arya Brata soal ingin membuat pejabat tenang. 

"Ya tidak begitu, tentu kita juga akan intip. Tapi untuk mencegah mereka supaya tidak mencuri. Sekarang sistem membuat mereka mencuri," jelas Roby.

Lihat videonya dari menit ke 4.58:

Sebelumnya, Roby yang menjadi Capim KPK menuturkan jika terpilih menjadi pimpinan, ia tidak akan sekedar menangkap orang.

"Di KPK nanti saya ingin membantu beliau (Presiden Joko Widodo [Jokowi]), KPK ini lebih bermanfaat lagi," ujar Roby.

"Enggak hanya nangkepin orang, membuat pemerintahan jadi mandeg, ketakutan," ungkapnya.

Sudah Tiga Kali Ikuti Uji Seleksi Pimpinan KPK, Roby Arya Sebut Lebih Ketat daripada Sebelumnya

Najwa Shihab yang menjadi presenter kemudian menanyakan maksud KPK membuat pemerintahan berhenti.

"Itu yang Anda lihat sekarang? KPK menjadi pemerintahan mandeg? Tidak cukup bermanfaat KPK sekarang?," tanya Najwa Shihab kepada Roby.

Roby menuturkan dari pandangannya, memang KPK tidak cukup bermanfaat.

"Saya kira iya, tidak cukup bermanfaat," papar Roby.

 10 Capim Terpilih Tak Diumumkan

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih menyebut 10 capim terpilih tidak akan diumumkan oleh Pansel KPK, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (28/8/2019).

Daftar itu akan langsung diserahkan namanya ke Presiden Joko Widodo.

Hal itu diungkapkan Yenti di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

"Enggak, enggak diumumkan. Kita serahkan langsung ke Presiden, nanti Presiden terserah beliau apakah berkenan akan diumumkan atau langsung dikasih ke DPR, itu tidak ada aturannya. Kami tidak umumkan, tetapi serahkan ke Presiden," ujar Yenti.

Menurut Yenti, pihaknya yaitu Pansel KPK hanya bertugas menyeleksi dan menyerahkan 10 nama ke Presiden Jokowi.

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

 

Kritisi Capim Kontroversial, Koalisi Kawal Pimpinan KPK: Orang-orang Gagal Itu Mau Dimasukkan KPK

Halaman
123
Tags:
Capim KPKSeleksi Pimpinan KPKCalon Pimpinan KPK
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved