Breaking News:

Temuan Kerangka di Banyumas

8 Fakta soal 4 Tengkorak di Banyumas, Dibunuh Bergantian, 5 Tahun Bungkam hingga Penantian sang Ibu

Penemuan empat tengkorak dipastikan sebagai korban pembunuhan, ini fakta-fakta yang ditemukan polisi, dari dugaan warga hingga reaksi saudara.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Halaman depan rumah Misem yang berada Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Senin (26/8/19). 

"Saminah (Minah) sudah membangun rumah di lahan tersebut, dibangunkan mantan suaminya, ini menimbulkan kecemburuan yang lain. Sekitar 20 tahun lalu sempat datang pihak bank foto-foto rumah (Misem), seperti akan digunakan. Ini menimbulkan kemarahan Minah dan memicu kemarahan saudara-saudaranya," ujar Bambang.

Heboh Temuan Tengkorak Diduga Satu Keluarga di Banyumas, Kronologi hingga Korban Dianggap Merantau

6. Warga Kira Merantau

Marhadi (34), warga setempat mengaku selama ini warga mengetahui anak dan cucu Misem tersebut merantau ke luar kota.

Namun hingga kini mereka tidak pernah kembali ke rumah.

"Keempat orang itu kata keluarganya merantau ke luar kota sejak sekitar lima tahun lalu. Warga tahunya mereka merantau," kata Marhadi di sekitar lokasi kejadian, Minggu (25/8/2019).

Marhadi menuturkan, saat dirinya bertanya ke tersangka Minah, dijawabnya merantau.

"Dulu saya sempat bertanya ke bu Minah, kemana keluarga lainnya seperti pak Ratno. Ketika ditanya seperti itu, jawabnya katanya 'Merantau' seperti itu. Kami sebagai tetangga ya tidak curiga," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (26/8/2019).

Sedangkan Minah disebutkan sosok yang pendiam.

"Bu Minah orang tertutup jarang sekali bergaul. Kalau lebaran saja tidak pernah salaman dan silaturahmi," tambahnya.

Sementara itu Arjadi (56) yang juga bertetangga depan rumah mengungkapkan kebiasaan aneh dari Minah.

"Sehari-harinya dia tidak keluar rumah, kalau menjemur pakaian saja itu di dalam rumah. Tidak pernah kumpulan RT dan lain sebagainya, pokoknya sangat tertutup," kata Arjadi.

Polisi membongkar lokasi yang dijadikan tempat untuk menimbun barang bukti di belakang rumah Misem warga Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019).
Polisi membongkar lokasi yang dijadikan tempat untuk menimbun barang bukti di belakang rumah Misem warga Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019). ((KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN))

7. Penantian 5 Tahun sang Ibu

Misem, juga diberitahu oleh anaknya yang menjadi tersangka, bahwa 3 anak dan 1 cucunya yang telah tewas, sedang pergi merantau.

Sihad, mantan ketua RT 7 RW 3 setempat mengaku melihat kesedihan Misem di setiap harinya.

Hal ini karena di setiap lebaran, Misem selalu berharap sang anak pulang menemuinya.

"Mbah Misem itu selalu masak cukup banyak ketika lebaran. Dia memasak ketupat dan hidangan lain, berharap anak-anaknya itu pulang dari merantau," ujar Sihad kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/8/2019).

Penantiannya juga dilakukan dengan membersihkan selalu kamar anak-anaknya.

Sebelum kejadian pembunuhan sadis tersebut, Misem masih berkumpul dalam satu rumah bersama Supratno (anak pertamanya), Sugiyono (anak ketiga), Heri (anak kelima) dan Pipin (cucu perempuannya).

Sehingga situasi rumah kala itu masih ramai dengan kehadiran anggota keluarga yang lain.

8. Reaksi Anak Misem Lainnya

Misem, masih memiliki satu anak lainnya, Edi Pranoto (Edi) yang merupakan anak keempat, dikutip dari TrubunJateng.com, Rabu (28/8/2019).

Sujoko, selaku Kadus 2 Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas mengungkapkan tinggal sendiri di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.

"Mbah Misem itu masih punya anak satu lagi. Tetapi dia memang sudah tidak tinggal bersama Misem, karena memilih tinggal bersama Istri dan mertuanya di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor," ujar Sujoko.

Edi mengaku sangat sedih mengetahui fakta yang terjadi.

Bahwa keponakannya tega menghabisi nyawa saudaranya.

"Saya sedih banget dan tidak menyangka tersangka pembunuhan adalah keponakan sendiri," ujar Edi Pranoto.

Meskipun tinggal terpisah, tetapi Edi masih sering mengunjungi Misem setiap Sabtu dan Minggu untuk mengantar makanan.

Kasus Temuan 4 Kerangka di Banyumas, Ketiga Pelaku Melapor ke Ibu bahwa Korban Telah Tewas

Setelah kejadian hilangnya keempat keluarga yang lain itu, Edi mengatakan sempat mencari keberadaan mereka.

"Selepas hilang satu minggu itu saya sempat melaporkannya kepada polisi. Saya mencari Pipin dan Supratno hingga ke Purwokerto," katanya.

Edi lantas mengatakan, bahwa ia selalu bertanya ke Minah perihal hilangnya saudaranya.

Tetapi Minah selalu menjawab tidak tahu.

Pertanyaan itu juga selalu didapatkan dari ibunya.

"Saat lebaran, ibu (Misem) selalu menanyakan kemana Supratno, Yono, Heri, dan Pipin, kenapa tidak pulang-pulang. Tetapi saya selalu menguatkan ibu dan mengatakan jika masih berjodoh pasti mereka akan kembali," imbuhnya.

Mengerti kini saudaranya hilang karena dibunuh, ia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

WOW TODAY:

Tags:
Temuan Kerangka di BanyumasJawa TengahDesa PasingganganMisem
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved