Kabar Ibu Kota
Tolak Perluasan Ganjil Genap, Ratusan Sopir Taksi Online Demo, Parkir Mobil di Depan Balai Kota DKI
Perluasan sistem ganjil genap di Jakarta mendapat penolakan dari sejumlah pihak, satu di antaranya adalah dari sopir taksi online.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Perluasan sistem ganjil genap di Jakarta mendapat penolakan dari sejumlah pihak, satu di antaranya adalah dari sopir taksi online.
Sebagaimana diberitakan TribunWow.com dari TribunJakarta, ratusan sopir taksi online yang menamakan diri mereka 'Gerakan Ganjil Genap' bahkan menggelar aksi demo di depan Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).
Diketahui, para sopir online menggelar aksi demo untuk memprotes perluasan kebijakan ganjil genap.
• Alasan Anies Baswedan Kendalikan Polusi Udara di Jakarta dengan Tanam 100 Ribu Bougenville
Menurut mereka, kebijakan ini memberatkan para pengemudi taksi online.
Pasalnya, sistem ganjil genap sama saja dengan membatasi kendaraan di ruas-ruas jalan yang menerapkannya.
Sebagai bentuk protes, para sopir taksi online itu memarkir kendaraan roda empat milik mereka di depan Gedung Balai Kota hingga membuat tiga dari empat lajur di Jalan Merdeka Selatan tertutup.
Atas aksi massa ini, arus lalu lintas di depan Balai Kota juga terpantau sangat padat.
"Ini sangat memberatkan kami ya sebagai pengemudi taksi online, kalau taksi konvensional boleh melintas, kenapa kami tidak," ucap Supoyo, salah satu pendemo, Senin (19/8/2019).
Sementara diketahui tuntutan para pendemo adalah sebagai berikut:
1. Mengizinkan angkutan sewa (taksi online) bebas beroperasi dalam wilayah ganjil genap;
2. Menolak penandaan dengan merubah Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB);
3. Melibatkan kami, organisasi yang menangungi angkutan sewa khusus (taksi online) dalam tim evaluasi kebijakan ganjil genap.
• Begini Nasib 15 ABK yang Masih Berada di KM Mina Sejati hingga TNI Ancam Langkah Lebih Agresif
Sementara itu, diberitakan Kompas.com sebelumnya, Senin (12/8/2019), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan, Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang membahas penandaan untuk taksi online.
Penandaan ini dilakukan agar taksi online tak terkena sistem ganjil genap yang diperluas di Jakarta ini.
"Dinas Perhubungan dengan pengelola Grab sedang membicarakan tentang penandaan, supaya kendaraan-kendaraan yang bekerja sebagai angkutan, jadi jasa angkutan, itu nanti memiliki tanda," papar Anies di Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).