Politik Pascapilpres

FPI: PA 212 Bukan Gerakan Politik yang Mengidolakan Prabowo-Sandi

Jubir FPI Munarman sebut PA 212 bukan gerakan politik fansclub atau gerakan politik yang mengidolakan Prabowo-Sandi.

FPI: PA 212 Bukan Gerakan Politik yang Mengidolakan Prabowo-Sandi
(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Komisi Pemilihan Umum RI, Jakarta, Jumat, (10/8/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan bahwa Presidium Alumni (PA) 212 bukanlah gerakan politik yang mengidolakan tokoh, seperti paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mereka dukung pada Pemilu 2019 lalu.

Munarman menyebut 212 sejak awal tidak ada agenda untuk mencari jabatan pada pemerintahan, maka dari itu ia mengaku tidak peduli terhadap siapa tokoh yang diusungnya.

Hal tersebut disampaikan Munarman dalam tayangan yang diunggah kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (30/7/2019).

Awalnya, Munarman ditanya oleh pembawa acara Karni Ilyas soal nasib 212 setelah Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Rocky Gerung Sebut PA 212 Bukan Permainan Politik Prabowo: Sulit Jawab Posisinya, Perlu Trump

 

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam Indonesia Lawyers Club.
Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam Indonesia Lawyers Club. (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Lihat Respons Gerindra soal Prabowo Ditinggal PA 212, Aiman Tertawa: Sudah Enggak Diakuin?

Munarman menegaskan 212 tidak berperan seperti parpol yang ujung-ujungnya mengincar jabatan dan melupakan ideologi.

"Karena tujuan kita, agenda kita memang bukan kursi, urusan bagi-bagi kursi kita enggak ikut," kata Munarman.

Munarman menyebut praktik politik di Indonesia memang sudah biasa dengan tujuannya yang semata mencari jabatan dan tidak memegang teguh agenda ideologisnya.

Bahkan sebagian politikus disebut tidak butuh ideologi lagi asalkan mereka bisa menduduki jabatan tertentu.

Malahan, bagi Munarman, kalangan yang masih peduli pada ideologi adalah rakyat biasa atau para pemilih.

Baginya, 212 sama seperti rakyat biasa yang menjadi pemilih yang nantinya menyumbang aspirasi sesuai ideologi, tak peduli siapa tokoh yang diusungnya.

Sekda Kalteng: Pemindahan Ibu Kota Baru Picu Pembakaran Lahan dengan Sengaja

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved