Breaking News:

Terkini Daerah

Sopir Truk yang Ternyata Polisi Tembak Penjual Air Mineral yang Memalak, Begini Kronologinya

Pedagang air mineral yang diduga seorang pemalak ditembak oleh sopir truk Senin (22/7/2019), di Simpang Macan, Palembang

Penulis: Khistian Tauqid Ramadhaniswara
Editor: Ananda Putri Octaviani
Istimewa/Tribun Medan
Seorang pemalak tewas di lampu merah Simpang Macan Lindungan, Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, Senin (22/7/2019) sekitar pukul 11.15. 

TRIBUNWOW.COM - Sopir truk yang ternyata merupakan anggota polisi, Brigadir IP menembak mati Muhammad Ridwan alias Dedek (37), seorang penjual air minum yang diduga pemalak di Simpang Macan Lindungan, Ilir Barat 1, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/7/2019).

Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, Dedek yang disebutkan melakukan pemalakan terhadap IP tewas tertembak di bagian dada saat berada di kawasan simpang Macan Lindungan.

Disampaikan Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi, penembakan ini berawal dari Dedek menghampiri Brigadir IP yang sedang mengendarai truk milik keluarganya.

5 Fakta Buronan Kasus Narkoba yang Ditembak Mati di Pekanbaru, Pelaku Ternyata Mantan Polisi

Diduga, Dedek ingin melakukan pemalakan atas Brigadir IP.

"Korban bersama temannya datang dan meminta uang secara paksa. Sehingga sempat terjadi cek-cok," kata Supriadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa.

Korban dan rekannya lantas menodongkan senjata tajam ke Brigadir IP yang kemudian melakukan perlawanan dengan cara menembak Dedek.

"Merasa terdesak anggota kita melepaskan tembakan dan mengenai korban," ujar Supriadi.

Supriadi menjelaskan, Brigadir IP langsung mendatangi Polresta untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Ia memastikan bahwa Supriadi tidak melarikan diri usai penembakan itu terjadi.

"Sekarang masih diperiksa provos, Brigadir IP tidak melarikan diri,"jelasnya.

Kronologi Baku Tembak antara Polda Riau dengan Bandar Narkoba di Pekanbaru, Pelaku Ternyata DPO

Sementara itu dikutip dari TribunSumsel, berdasarkan laporan polisi oleh Brigadir IP, Dedek dan tiga rekannya memukul kaca dan meminta uang pada Brigadir IP.

Keempat orang itu bahkan menodongkan senjata tajam.

Brigadir IP sudah menjelaskan bahwa ia adalah anggota polisi, namun tak dipercaya.

Satu dari empat pemalak lantas menghujamkan pisau ke Brigadir IP, namun tidak kena.

Karena terancam, Brigadir IP kemudian mengeluarkan senjata api dinas yang dibawanya, dan mengarahkan kepada pelaku.

Halaman 1/2
Tags:
SopirPolisiKronologiKasus Penembakan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved